Audit Sudah Rampung, Ini Capaian Kinerja Asabri Sepanjang 2020

Bisnis.com,26 Mar 2021, 11:09 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Aktifitas layanan nasabah di kantor PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri di Jakarta, Kamis (16/1/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Proses audit laporan keuangan 2020 PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri telah rampung dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian. Sejumlah indikator kinerja mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan tahun 2019.

Direktur Utama Asabri Wahyu Suparyono menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan kondisi keuangan, layanan, dan tata kelola perusahaan sepanjang 2020. Upaya itu dilakukan di tengah permasalahan hukum terkait penurunan aset yang signifikan hingga 2019.

Wahyu menjabarkan bahwa upaya pembenahan itu membuat nilai aset perseroan tumbuh Rp2,9 triliun atau sekitar 10 persen (year-on-year/yoy) pada 2020. Pertumbuhan itu muncul dari strategi investasi yang lebih prudent juga karena kenaikan nilai pasar dari beberapa aset investasi.

Asabri belum memaparkan nilai pasti dari jumlah aset 2020. Namun, sebagai perbandingan, dalam dokumen yang diperoleh Bisnis tertulis bahwa nilai aset perseroan pada 2019 (unaudited) senilai Rp30,8 triliun atau turun 35,12 persen (yoy) dari sebelumnya Rp47,5 triliun.

Wahyu menjelaskan bahwa pihaknya pun melakukan penguatan cadangan pada 2020. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin pemenuhan kewajiban kepada peserta di masa mendatang.

Penerimaan premi Asabri sepanjang 2020 tercatat mencapai Rp1,5 triliun. Nilai tersebut tumbuh 1,76 persen (yoy) jika dibandingkan dengan catatan premi pada 2019 (unaudited) senilai Rp1,47 triliun.

Wahyu menjabarkan bahwa nilai klaim Tabungan Hari Tua (THT) sebesar Rp1,38 triliun telah dibayarkan kepada 54.000 peserta, klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) senilai Rp64 miliar telah dibayarkan kepada 450 peserta, dan pembayaran klaim Jaminan Kematian (JKm) senilai Rp144 miliar untuk 3.000 peserta.

Perseroan pun telah menyalurkan pembayaran pensiun Rp15,48 triliun kepada 439.000 pensiunan. Menurut Wahyu, pembayaran berlangsung dengan tepat waktu.

Menurut Wahyu, dalam rangka pembenahan tata kelola, pihaknya melakukan peninjauan dan penguatan kebijakan investasi, produk, dan aktuaria. Manajemen berharap penguatan tata kelola dapat membuat Asabri segera pulih dan terus menjaga amanah sebagai pengelola jaminan sosial pesertanya.

Laporan Keuangan 2020 Asabri mendapatkan opini Wajar Tanpa Modifikasian dari KAP Amir Abadi Yusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan (RSM). Opini itu disematkan atas pengelolaan Program THT, JKK, JKm, maupun Program Pensiun.

“Opini Wajar Tanpa Modifikasian ini merupakan penilaian pihak independen yang menunjukkan bahwa laporan keuangan Asabri tahun 2020 telah disusun sesuai prinsip akuntansi yang berlaku dan praktik pencatatan transaksi yang wajar,” ujar Wahyu pada Jumat (26/3/2021).

Komisaris Utama Asabri Fary Djemi Francis menekankan bahwa capaian kinerja 2020 tersebut merupakan hasil kolaborasi, militansi, dan ketekunan segenap unsur manajemen. Dia berharap manajemen terus melakukan pembenahan, karena masih banyak beragam tantangan yang harus dihadapi.

Menurutnya, pembenahan sangat diperlukan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap Asabri. Pihaknya pun berkomitmen atas prioritas utama yakni kesejahteraan peserta, dengan tetap mengedepankan kesehatan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini