FABA Dikecualikan dari Limbah B3, Ini Langkah Adaro Power

Bisnis.com,26 Mar 2021, 21:56 WIB
Penulis: Denis Riantiza Meilanova
Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk./adaro.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Adaro Power akan mengoptimalisasikan pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) sisa pembakaran dari PLTU, menyusul dikecualikannya FABA dari kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Wakil Presiden Direktur Adaro Power Dharma Djojonegoro mengatakan, selama ini FABA biasanya hanya disimpan untuk jangka waktu tertentu.

Adapun, penyimpanan FABA membutuhkan lahan yang cukup luas, bahkan bisa mencapai separuh dari area lahan PLTU. Padahal, FABA di banyak negara tidak dikategorikan dalam limbah B3 dan dapat dimanfaatkan untuk banyak industri.

"FABA banyak sekali dipakai untuk material semen, bahan baku jalan, industri cat, dan lain-lain. Banyak negara yang tidak memasukan FABA ke limbah B3 dari dulu, bahkan digunakan untuk bahan beton, jalan, dan semen. Korea Selatan nyaris semua FABA digunakan, sekitar 90 persen dimanfaatkan,” kata Dharma dalam webinar, Jumat (26/3/2021).

Seiring adanya perubahan peraturan yang mengecualikan FABA PLTU dari limbah B3, Adaro Power mulai menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan untuk melakukan penelitian terkait pemanfaatan FABA.

Studi yang tengah dilakukan Adaro Power adalah terkait pemanfaatan FABA untuk membuat jalan tambang dan untuk reklamasi lahan bekas tambang.

"Jalan tambang dilewati truk dikit-dikit rusak dan untuk reklamasi, dan lain-lain. Tapi ini masih penelitian. Kami optimistis aturan baru ini, penggunaan FABA pasti banyak sekali gunanya. Misal, untuk jalan tambang, FABA di dua PLTU kami bisa terpakai semua, jadi enggak ditimbun lagi," katanya.

Adapun, Adaro saat ini memiliki dua PLTU yang telah beroperasi, yakni PLTU yang dikelola oleh PT Makmur Sejahtera Wisesa berkapasitas 2x30 megawatt (MW) dan PLTU Tanjung Power Indonesia 2x100 MW.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Yustinus Andri DP
Terkini