5 Berita Populer Finansial, Bank Mandiri Mulai Blokir Kartu Magnetic Stripe hingga Saham Bank Terseret IHSG

Bisnis.com,01 Apr 2021, 06:50 WIB
Penulis: Annisa Sulistyo Rini
Nasabah melakukan transaksi elektronik lewat ATM Bank Mandiri di Jakarta, Senin (1/10/2019). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Berita mengenai PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang mulai menonaktifkan kartu debit/ATM magnetic stripe pada hari ini (1/4/2021) dan pelemahan saham bank pada perdagangan kemarin menjadi berita terpopuler di kanal finansial Bisnis.com sepanjang hari kemarin.

Selain itu, ada juga berita mengenai syarat modal bank digital di negara lain, 3 unicorn baru yang akan lahir akibat digitalisasi di kota kecil, dan saran bagi emiten yang sahamnya dimiliki BPJS Ketenagakerjaan.

Berikut 5 berita terpopuler di kanal finansial Bisnis.com pada Rabu (31/3/2021):

1. Segera Tukar ke Chip! Bank Mandiri Mulai Blokir Kartu ATM Besok, 1 April 2021

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menerapkan kebijakan penonaktifan kartu debit magnetic stripe secara bertahap.

Dilansir dari situs resminya pada Rabu (31/3/2021), Bank Mandiri mengimbau agar nasabah segera mengganti kartu debit dari magnetic stripe ke chip seiring kebijakan Bank Indonesia yang mewajibkan penggunaan kartu chip 100 persen mulai 1 Januari 2022.

Hal tersebut sesuai Surat Edaran BI No.17/52/DKSP tentang implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number Online 6 (Enam) Digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debit yang diterbitkan di Indonesia.

Berita lengkapnya klik di sini.

2. Syarat Modal Bank Digital di RI Memberatkan, Bagaimana di Negara Lain?

Warga Indonesia agaknya masih harus bersabar menanti dimulainya gemerlap tren bank digital.

Kendati telah diwacanakan sejak akhir tahun lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan regulasi final terkait bank digital baru rampung pada semester kedua tahun ini.

“Pada prinsipnya ketentuan bank digital masih proses rule making, yang merupakan bagian dari aturan RPOJK terkait bank umum,” tutur Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangat, Selasa (30/3/2021).

Namun, bukan berarti tidak ada kisi-kisi. Dalam beberapa pernyataan terakhirnya, OJK kerap mendengungkan bahwa syarat utama yang hampir pasti diatur dalam POJK bank digital kelak adalah mengenai batasan modal.

Untuk berita lebih lanjut, klik di sini.

3. 3 Unicorn Baru Indonesia Bakal Lahir Akibat Digitalisasi di 'Kota Kecil'

Riset perusahaan modal ventura Alpha JWC Ventures bersama Kearney mengungkap potensi lahirnya beberapa unicorn asal Indonesia yang terdorong oleh tingginya adopsi digital di kota kecil dan pedesaan.

Riset bertajuk 'Unlocking Next Wave of Digital Growth: Beyond Metropolitan Indonesia' ini mengungkap bahwa beberapa pelaku ekonomi digital tampak 'bosan' berperang di kota-kota Tier 1 (Jakarta, kawasan Bodetabek, Bandung, dan Surabaya).

Co-founder and General Partner Alpha JWC Ventures Jefrey Joe mengungkap hal ini karena beberapa kota yang termasuk Tier 2 dan Tier 3 memiliki pertumbuhan konsumsi dari kelas menengah yang signifikan dan memiliki infrastruktur yang sudah mumpuni.

Klik di sini untuk berita selengkapnya.

4. Ini Saran bagi Emiten yang Sahamnya Dimiliki BPJS Ketenagakerjaan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan akan mengurangi komposisi investasinya di saham dan reksa dana untuk meminimalisir risiko pasar.

Sebanyak 34 emiten yang sahamnya dimiliki BPJS Ketenagakerjaan harus menyiapkan upaya tertentu. Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai bahwa perubahan strategi investasi itu setidaknya dipengaruhi dua faktor utama, yakni dipermasalahkannya unrealized loss yang terjadi dan kondisi pasar modal yang masih volatil.

Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan pun akan lebih berhati-hati dalam memperlakukan portofolio eksistingnya. Terdapat kemungkinan BPJS Ketenagakerjaan mengurangi kepemilikan saham di sejumlah emiten atau reksadana, dan mengalihkannya ke instrumen yang lebih minim risiko.

Baca berita lengkapnya di sini.

5. Saham Bank Terbakar, Ikut Terseret IHSG

Mayoritas saham perbankan ditutup memerah pada perdagangan hari ini, Rabu (31/3/2021) seiring dengan pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG).

IHSG ditutup turun 1,42 persen ke level 5.985,52. Sebanyak 118 saham melemah, 396 saham menguat, dan 120 saham lainnya stagnan.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, saham perbankan ikut terbakar. Setidaknya, hanya dua bank yang sahamnya berada di zona hijau, yaitu PT Bank Bisnis Internasional Tbk. (BBSI) dengan penguatan 2,21 persen ke level 1.620 dan PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) sebesar 0,83 persen ke level 484.

Klik di sini untuk berita lengkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini