Peta Jalan Mobil Listrik, Menhub: Pemerintah Gandeng Bank Dunia

Bisnis.com,01 Apr 2021, 14:58 WIB
Penulis: Newswire
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi V DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah sedang menyusun peta jalan untuk mengimplementasikan e-mobility, program transportasi massal berbasis listrik di Indonesia, bekerja sama dengan Bank Dunia.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah berkomitmen untuk memasifkan penggunaan kendaraan listrik di seluruh Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Program National E-Mobility Plan, yakni penggunaan bus listrik yang beroperasi di Indonesia.

“Kami tengah menyiapkan draf road map implementasi e-mobility, program transportasi massal berbasis listrik di Indonesia bersama dengan World Bank yang akan dimulai di Bandung, Surabaya, dan Medan sebagai pilot project,” kata Budi, Kamis (1/4/2021).

Dia menuturkan program tersebut merupakan upaya pemerintah dalam mengakselerasi percepatan pengembangan kendaraan listrik, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 55/2019 mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

“Saya sampaikan kebijakan pemerintah saat ini juga mendorong penggunaan bus, angkutan kota, hingga kendaraan pribadi yang berbasis listrik,” ujarnya.

Budi menjelaskan untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, pemerintah juga menawarkan kerja sama kepada pihak swasta untuk menjadi investor dalam membangun fasilitas uji kendaraan atau proving ground. Dalam rangka memenuhi semua persyaratan teknis dan kelayakan jalan kendaraan listrik berstandar global, pemerintah menawarkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Dunia Usaha (KPBU).

Menhub berharap upaya-upaya tersebut mampu mendorong pengembangan industri otomasi di dalam negeri. Kendaraan listrik diharapkan mampu meningkatkan daya saing produksi seiring dengan basis pasar tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rio Sandy Pradana
Terkini