Pintek Fokus Bidik Ekosistem Pengadaan Sekolah

Bisnis.com,02 Apr 2021, 21:50 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka di SD Negeri 1 Sungai Sekonyer, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa (30/3/2021)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Platform teknologi finansial peer-to-peer (fintech P2P) lending sektor pendidikan, PT Pinduit Teknologi Indonesia atau Pintek, membidik UMKM yang telah bergabung dengan ekosistem sistem pengadaan sekolah atau institusi pendidikan lainnya.

Co-founder dan Direktur Utama Pintek Tommy Yuwono mencontohkan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan sistem Sistem Pengadaan Informasi Sekolah (SIPLah) dan mengakomodasi UMKM di dalamnya yang butuh modal usaha dengan persyaratan mudah, proses cepat, dan tanpa agunan.

"Karena dengan bergabung ke ekosistem, Pintek bisa memastikan bahwa UMKM itu punya Surat Perintah Kerja [SPK], sehingga kami tidak akan minta lagi jaminan aset untuk mengajukan pinjaman di kisaran Rp50 juta sampai maksimal Rp2 miliar," ujarnya ketika dikonfirmasi Bisnis, Jumat (2/4/2021).

Pintek mampu memberikan dana maksimal 84 persen dari nilai invoice dengan tenor sampai 3 bulan, pencairan yang cepat hanya 3-5 hari kerja, dan diskon untuk pelunasan dini.

Harapannya, produk Pintek dapat membantu permodalan UMKM dalam kegiatannya memenuhi kebutuhan maupun permintaan dari sekolah atau institusi pendidikan, yang secara tidak langsung akan membawa kelancaran proses belajar-mengajar buat memajukan pendidikan di Indonesia.

Sekadar informasi, SIPLah dirancang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk dapat digunakan dalam pengadaan barang dan jasa sekolah yang dilakukan secara daring melalui mitra marketplace SIPLah.

Marketplace ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas serta pengawasan pengadaan barang dan jasa sekolah yang bersumber dari dana BOS.

Sistem ini yang memfasilitasi UMKM yang bergerak di bidang pendidikan untuk menyediakan kebutuhan sekolah seperti buku, seragam, barang elektronik, dan perlengkapan kebutuhan lainnya.

Oleh sebab itu, Pintek pada periode 2021 pun akan makin gencar melakukan sosialisasi untuk perluasan skema pinjaman B2B, serta bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait, demi merambah lebih dalam lagi ekosistem pendidikan yang membutuhkan pinjaman.

Tommy berharap langkah ini mampu menopang target agresif Pintek yang mengincar pertumbuhan pesat pada 2021, yakni lebih dari enam kali lipat dari capaian selama 2020 yakni di angka Rp60 miliar.

"Contoh yang menjadi borrower kami itu distributor IT untuk kelengkapan sarana-prasarana IT sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Kami berharap untuk tahun ini, permodalan yang bisa kami salurkan dapat mencapai Rp400 miliar," ungkap Tommy.

Adapun, total akumulasi pinjaman yang disalurkan Pintek sejak berdiri telah mencapai lebih dari Rp100 miliar per Desember 2020 kepada 2.707 borrower, dengan tingkat keberhasilan pinjaman 90 hari (TKB90) bertahan di 100 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: M. Nurhadi Pratomo
Terkini