Mau jadi Bank Digital, Ini Kinerja BRI Agro (AGRO) sepanjang 2020

Bisnis.com,08 Apr 2021, 09:56 WIB
Penulis: Annisa Sulistyo Rini
Karyawati melayani nasabah di kantor cabang PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (BRI Agro), di Jakarta, Jumat (9/11/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah tekanan pandemi Covid-19, PT Bank BRI Agro Tbk. (AGRO) pada 2020 mencetak laba bersih senilai Rp31,26 miliar.

Jika dibandingkan dengan realisasi pada 2019, laba tahun lalu mengalami penurunan dari Rp51,06 miliar.

Berdasarkan laporan tahunan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/4/2021), manajemen AGRO menyatakan kinerja tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan kondisi perbankan nasional.

"Perbankan nasional mengalami koreksi penurunan laba bersih hingga 33,08 persen pada Desember 2020 yang diakibatkan karena adanya pandemi Covid-19," demikian dikutip dari laporan tahunan BRI Agro.

Di tengah tahun yang penuh tekanan dari pandemi, perseroan mencatat pertumbuhan aset sebesar 3,50 persen yoy menjadi Rp28,01 triliun. Kenaikan ini salah satunya ditopang dari penyaluran kredit yang tumbuh terbatas 0,65 persen menjadi Rp19,5 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,75 persen menjadi Rp23 triliun.

Manajemen BRI Agro menjelaskan kondisi global dan domestik yang terdampak pandemi adalah salah satu penyebab pertumbuhan kredit yang rendah.

"Meskipun demikian, perseroan masih berkomitmen untuk memenuhi target kerja yang ditetapkan," jelas manajemen BRI Agro.

Pada 2020, AGRO masih fokus pada segmen agribisnis. Menurut data BPS, sektor pertanian adalah salah satu sektor yang masih mengalami pertumbuhan di masa pandemi.

Kontribusi penyaluran kredit di agribisnis masih menjadi porsi terbesar pada porsi penyaluran kredit perseroan. Porsi penyaluran kredit pada segmen agribisnis tercatat sebesar 56 persen dan penyaluran kredit kepada segmen nonagribisnis tercatat sebesar 44 persen.
Segmen agribisnis meliputi on-farm dan off-farm dengan porsi komoditi terbesar adalah kelapa sawit.

Selain itu, BRI Agro juga mengawali tahun 2020 dengan berkolaborasi dengan financial technology (fintech) untuk menguatkan strategi untuk memasuki ekosistem digital.

Dari sisi rasio keuangan, BRI Agro mencatatkan nonperforming loan (NPL) gross sebesar 4,97 persen, menurun dari 2019 yang sebesar 7,66 persen. Sementara, NPL net pada 2020 sebesar 2,73 persen, lebih rendah dari 2019 yang sebesar 4,86 persen.

Perseroan melakukan restrukturisasi dan membentuk pencadangan yang cukup solid untuk menekan angka NPL. Rasio NPL coverage pun mendekati 103,96 persen pada 2020, naik signifikan dari 2019 yang sebesar 56,24 persen.

Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 24,33 persen dan rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) berada di level 84,76 persen.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebelumnya menyatakan BRI Agro terus berproses untuk menjadi bank digital. BBRI berharap transformasi BRI Agro menjadi bank digital dapat dimulai akhir tahun ini.

Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno mengatakan perseroan saat ini sedang dalam tahap koordinasi dan konsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam penyusunan rencana bisnis BRI Agro dalam rangka menjadi bank digital.

Setelah rencana bisnis BRI Agro disetujui oleh regulator, perseroan akan menyampaikan perkembangannya melalui mekanisme keterbukaan informasi sesuai ketentuan perusahaan terbuka.

BRI Agro telah memiliki aplikasi kredit digital bernama Pinjam Tenang atau Pinang, yang merupakan produk pinjaman bank berbasis aplikasi pertama di Indonesia. Aplikasi ini sudah fully digital dengan sistem digital verification, digital scoring, dan digital signature.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini