Bank Oke (DNAR) Mau RUPST 5 Mei, Bahas Rights Issue hingga Penggunaan Laba

Bisnis.com,13 Apr 2021, 17:08 WIB
Penulis: M. Richard
Karyawan berada di depan logo PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) di Jakarta, Jumat (8/5/2020). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Oke Indonesia Tbk. akan mengadakan rapat umum pemegang saham membahas penggunaan laba hingga persetujuan penawaran umum terbatas III dengan HMETD.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (13/4/2021), emiten berkode DNAR ini akan mengadakan RUPST dan RUPSLB sekaligus pada 5 Mei 2021.

Manajemen menjelaskan perseroan akan mengusulkan 20 persen laba bersih digunakan untuk pencadangan, sedangkan sisanya masuk ke saldo laba tahun lalu untuk memperkuat permodalan.

Laba bersih Bank Oke pada 2020 tercatat senilai Rp7,8 miliar, telah berbalik dari 2019 yang tercatat rugi Rp16 miliar.

Perseroan pun rencananya akan memperkuat permodalan lagi dengan suntikan dana sebanyak-banyaknya Rp500 miliar dengan harga saham yang ditetapkan kemudian.

Secara rinci, agenda yang dibahas dalam RUPST Bank Oke yaitu penyampaian laporan neraca dan perhitungan rugi/laba tahun 2020, penetapan penggunaan laba perseroan tahun buku 2020, penunjukkan akuntan publik untuk laporan keuangan 2021, laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, dan peninjauan kembali gaji dan honorarium direksi dan komisaris.

Sementara, agenda yang dibahas dalam RUPSLB yaitu pengeluaran saham dalam simpanan melalui PUT III dengan HMETD, perubahan anggaran dasar perseroan, dan perubahan susunan pengurus Bank Oke.

Adapun, harga saham DNAR tercatat di level 198 pada perdagangan hari ini, naik 14,45 persen dari posisi awal tahun. Kendati demikian, harga saham Bank Oke turun hampir setengahnya dari posisi puncak 452 pada awal Maret 2021.

Sebagai informasi, Bank Oke telah merealisasikan penyuntikan modal baru pada akhir 2020. Dalam catatan Bisnis, Direktur Bank Oke Efdinal Alamsyah menjelaskan dana yang terkumpul dari penawaran umum mencapai Rp499,35 miliar, dan dipotong biaya Rp1,55 miliar.

Dari dana bersih Rp497,8 miliar tersebut, dana tersebut rencananya digunakan untuk ekspansi kredit. "Rencana penggunaan dana Rp497 miliar untuk ekspansi kredit," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini