Daftar Forbes 30 Under 30, Ada Duo Kakak Beradik Topremit

Bisnis.com,28 Apr 2021, 23:26 WIB
Penulis: Anitana Widya Puspa
Hermanto dan Henry Wirawan, kakak beradik pendiri Topremit./Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Duo kakak beradik pendiri Topremit, Hermanto dan Henry Wirawan, mewakili Indonesia dan masuk ke dalam daftar Forbes 30 under 30 di Asia.

Di kategori Finansial dan Venture Capital, nama Hermanto dan Henry Wirawan melejit setelah berhasil membesarkan perusahaan remitansi online Topremit hingga mencapai transaksi senilai Rp1,1 triliun per 2020 dan memiliki lebih dari 66.000 pengguna pada 2020.

Berawal dari bisnis keluarga, pada 2018, Hermanto dan Henry memutuskan untuk mendigitalisasi usaha remitansi dan menjadi pionir layanan remitansi online di Indonesia.

Hanya dalam setahun, Topremit meluncurkan aplikasi mobile pada Oktober 2019 dan mendapatkan penghargaan dari Bank Indonesia sebagai “Penyedia Jasa Pengiriman Uang Terbaik 2019”.

Dengan sistem online, Topremit menyediakan layanan pengiriman uang yang lebih praktis, mudah, dan dapat dilacak secara real time. Biaya pengiriman uang juga dibebankan kepada pengirim, sehingga uang akan diterima secara penuh tanpa ada potongan. Dana yang bisa dikirim ke luar negeri yaitu mulai dari Rp45.000 saja.

Topremit menawarkan biaya hingga 87 persen lebih terjangkau dibandingkan dengan biaya layanan pengiriman uang melalui metode konvensional.

Perusahaan juga menjamin transparansi biaya dan tarif, sehingga jika transaksi pengiriman gagal, maka semua dana akan dikembalikan ke pengirim tanpa potongan apapun. Untuk memastikan keamanan dan legalitasnya, Topremit juga telah mendapat lisensi dan diawasi oleh Bank Indonesia sebagai “Penyelenggara Transfer Dana” resmi.

Henry Wirawan selaku CMO Topremit menyatakan sangat senang dan merasa terhormat dapat menjadi perwakilan Indonesia yang masuk ke dalam daftar prestisius Forbes 30 Under 30 di Asia.

Penghargaan ini akan dijadikan sebagai motivasi dan semangat baru, untuk terus mengedepankan layanan profesional dan keamanan dalam menangani pengiriman uang internasional.

“Kami berterima kasih kepada semua pengguna yang telah mempercayai layanan Topremit, dan kami akan terus berinovasi untuk memberikan fitur dan bantuan yang lebih komprehensif,” ujarnya pada Rabu (28/4/2021).

Selama masa pandemi, Topremit mencatatkan kenaikan jumlah pengguna serta transaksi yang signifikan. Pada 2019, jumlah penggunanya masih berkisar di angka 14.700, yang kemudian melonjak 250 persen menjadi 66.200.

Mengawali 2021 yang baru masuk bulan keempat, pengguna perusahaan remitansi ini kembali meningkat sebesar 45 persen menjadi 89.800.

Melalui platform online-nya, Topremit telah dipercaya untuk mengirimkan lebih dari Rp1,1 triliun total transaksi sepanjang 2020.

Sementara itu, dalam 4 bulan pertama 2021, Topremit telah memfasilitasi total pengiriman uang hingga Rp1,88 triliun. Pengguna utama Topremit adalah ekspatriat yang bekerja di Indonesia, orang tua pelajar di luar negeri, serta pelaku bisnis ekspor impor.

Dia mengemukakan layanan transfer internasional di aplikasi Topremit memudahkan pengguna dalam mengirimkan uang ke lebih dari 60 negara. Sejauh ini, tiga destinasi terpopuler untuk pengiriman uang dari Indonesia adalah Filipina, Malaysia, dan India.

Selama pandemi, kata Henry, pihaknya juga melihat peningkatan pesat sebesar dalam pengiriman uang ke luar negeri. Untuk itu, Topremit berkomitmen terus memperluas kolaborasi kami dengan para mitra di luar negeri, untuk membuka jalur-jalur remitansi ke berbagai negara lain.

Hermanto dan Henry menargetkan Topremit untuk bisa mencatatkan pertumbuhan jumlah pengguna hingga 100 persen hingga 2022.

Dengan peningkatan signifikan, artinya semakin banyak orang yang terbantu dengan layanan yang dihadirkan Topremit. Ini merupakan cita-citanya, yaitu memberikan kemudahan dan kenyamanan pengiriman uang dari Indonesia ke luar negeri.

“Untuk ambisi jangka panjang, kami ingin terus meningkatkan sistem kami agar semua orang bisa mengirimkan uang antarnegara segampang chatting,” kata Henry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: M. Syahran W. Lubis
Terkini