Restrukturisasi Melandai, OJK: Tanda-Tanda Pemulihan Makin Terlihat

Bisnis.com,04 Mei 2021, 16:35 WIB
Penulis: Dany Saputra
Karyawan menjawab telepon di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (30/12/2019). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Grup Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK Enrico Hariantoro menyebut restrukturisasi kredit secara year-on-year (yoy) dan month-to-month (mtm) semakin melandai. Hal tersebut menunjukkan sebagian dari debitur yang mendapatkan fasilitas tersebut, semakin membaik.

Meski begitu, dia mengingatkan bahwa efektivitas dari restrukturisasi kredit harus juga dilihat dari variabilitas di lapangan, dan kemampuannya untuk terjaga secara permanen.

Maka itu, Enrico mengingatkan bahwa indikator tersebut masih sangat awal untuk diklaim bisa bertahan secara permanen. “Efektif atau tidaknya tentunya kita akan lihat, kita tidak bisa katakan sekarang. Kami sudah sediakan avenue-nya, tetapi endgame-nya masih akan kita lihat ke depan,” ujar Enrico dalam diskusi virtual, Selasa (4/5/2021).

Terkait dengan kondisi sektor jasa keuangan secara luas, Enrico mencatat tanda-tanda pemulihan semakin terlihat. Contohnya, penurunan outstanding restrukturisasi yang terjadi di sektor-sektor utama, peningkatan kredit perbankan di sepanjang kuartal I/2021, serta meningkatnya kredit sektor pengolahan dan perdagangan secara signfikan karena persiapan jelang Idulfitri.

Enrico berharap program-program stimulus selama pandemi, seperti restrukturisasi kredit, tidak berlangsung berkepanjangan. Menurutnya, hal tersebut hanya bersifat sebagai stimulus sementara untuk kondisi darurat seperti krisis akibat pandemi.

“Kami tentunya tidak ingin restrukturisasi kredit berlangsung berkepanjangan, karena ini juga tidak sehat. Kita tahu ini adalah obat sementara, stimulus sementara, dan nanti pada saatnya kondisi sudah normal semua akan kembali dengan peraturan yang dikondisikan seperti normal,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini