Masih Terus Rugi, Bank Jago (ARTO) Bakal Cuan Pasca Merger Gojek-Tokopedia?

Bisnis.com,18 Mei 2021, 14:52 WIB
Penulis: Azizah Nur Alfi
Logo Bank Jago/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Jago Tbk. (ARTO) masih membukukan rugi sampai dengan kuartal I/2021 yakni sebesar Rp38,13 miliar. Berdasarkan catatan Bisnis, setidaknya rugi dialami perseroan sejak 2015.

Namun pada tahun ini, manajemen menargetkan perseroan dapat mencetak laba bersih sebesar Rp50 miliar. Lantas, apakah merger Gojek dan Tokopedia yang resmi diumumkan kemarin (18/5/2021), bakal mendorong laba Bank Jago?

Diketahui, Gojek melalui anak usahanya yakni PT Dompet Karya Anak Bangsa, menggenggam kepemilikan saham di Bank Jago sebesar 21,404%.

Analis Senior Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan dampak dari merger Gojek dan Tokopedia semestinya positif untuk Bank Jago. Adanya merger tersebut akan memperluas pangsa pasar untuk Bank Jago ke depannya.

Edward menjelaskan Tokopedia memiliki pengguna aktif bulanan mencapai 100 juta, termasuk lebih dari 10 juta merchant UMKM. Sementara itu, Gojek hanya memiliki pengguna aktif lebih dari 30 juta, termasuk 2 juta driver dan 900.000 merchant UMKM.

"Kita harap Bank Jago bisa mendapatkan akses untuk menjaring nasabah potensial ini ke depannya," sebut Edward kepada Bisnis, Selasa (18/5/2021).

Adapun, dari sisi kinerja laba diperkirakan tidak banyak mengalami perubahan. Sebab, kebutuhan biaya operasional untuk akuisisi nasabah juga masih besar.

"Dari segi kinerja laba, kita tidak expect akan ada banyak perubahan karena pada tahap awal Bank Jago kemungkinan harus mengeluarkan biaya (customer acquisition cost) yang besar untuk menarik nasabah," katanya.

Investor lebih disarankan untuk memantau pertumbuhan jumlah nasabah (customer onboarding) ketimbang profitabilitas dalam jangka pendek ini. Sebab, berdasarkan riset yang dilakukan Sucor Sekuritas, bank digital di regional masih akan berdarah-darah akibat tingginya biaya untuk akuisisi nasabah. Tren serupa juga terlihat di Bank Jago.

"Menurut riset kita, rata-rata bank digital yang ada di regional akan bleeding pada awalnya akibat tingginya customer costs. Namun, secara rata-rata mereka baru bisa break even pada tahun ke 2 dan 3. Kita juga melihat trend yang sama di Bank Jago," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini