Momentum Kredit Mobil Moncer, MTF Luncurkan Dua Program Baru

Bisnis.com,02 Jun 2021, 18:46 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Karyawan melayani nasabah di Kantor Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Tren permintaan kredit mobil baru yang tengah moncer akibat pemberlakuan subsidi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), tak lantas membuat PT Mandiri Tunas Finance (MTF) 'jor-joran' melepas pembiayaan.

Deputy Director Risk Management PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Johanes Barus mengungkap, mitigasi risiko sebelum proses akuisisi merupakan kunci menjaga collection nantinya tetap lancar.

"Hal ini juga untuk mempertahankan posisi MTF yang saat ini menduduki tiga besar pembiayaan mobil dengan market share terjaga pada 12,9%. Selain itu, mitigasi risiko juga dilakukan pada saat berjalannya pembiayaan. Salah satunya dengan reminder konsumen menjelang tanggal jatuh temponya," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (2/6/2021).

Oleh sebab itu, untuk menjamin mitigasi risiko tetap berjalan beriringan dengan momentum permintaan pembiayaan, target pembiayaan baru perusahaan Rp20 triliun sepanjang 2021, dan potensi penjualan mobil berdasarkan proyeksi asosiasi otomotif sebanyak 740.764 unit, MTF telah meluncurkan program khusus.

"Sebagai bagian dari upaya mencapai target tahunan, MTF telah meluncurkan sejumlah program. Dua program yang telah diluncurkan, yaitu Kredit Millenials dan Kredit Pintar," tambahnya.

Kredit Millenials merupakan skema kredit yang diharapkan bisa membantu pelanggan muda untuk tetap produktif. Layanan pembiayaan yang tentunya ditujukan untuk kaum milenial ini menawarkan tenor 5 tahun, angsuran lebih ringan di 3 tahun pertama, dan 2 tahun berikutnya menyesuaikan dengan sisa kewajiban.

"Untuk pelanggan milenial yang ingin menikmati layanan ini, MTF mensyaratkan rasio utang terhadap pendapatan atau debt service ratio 30 persen, uang muka [down payment/DP] 20 persen dan hanya untuk jenis kendaraan penumpang," ungkapnya.

Sementara itu, Kredit Pintar merupakan pembiayaan dengan menjaminkan mobil lama sebagai tambahan biaya DP kendaraan baru yang diakomodasi kredit MTF.  "Dalam program ini, pelanggan diproses menggunakan pembiayaan program kami 'Cash Aja' untuk penjaminan mobil lama, kemudian pelanggan bisa mengambil pembiayaan 'New Car' untuk membawa pulang mobil baru yang diminatinya," tambah Johanes.

Sekadar informasi, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (51 persen) bersama emiten perdagangan otomotif PT Tunas Ridean Tbk. (49 persen) ini sebelumnya menyalurkan pembiayaan Rp16,7 triliun sepanjang 2020 atau selama periode pandemi, ditopang segmen mobil baru dan alat berat.

Sementara pada kuartal I/2021, MTF masih mencatatkan penurunan aset tipis, yaitu 0,77 persen (year-to-date/ytd) dari Rp18,61 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp18,47 pada Maret 2021. Adapun, laba tahun berjalan setelah pajak MTF tercatat mencapai Rp49,64 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini