Bos BCA: Kredit Mobil Anjlok pada Awal Pandemi, Kini Pengajuan Rp5 Triliun Sebulan

Bisnis.com,03 Jun 2021, 02:00 WIB
Penulis: Newswire
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja mengungkapkan kondisi penyaluran kredit kendaraan yang anjlok pada awal masa pandemi. Kini, pengajuan KKB bisa mencapai Rp5 triliun dalam satu bulan.

Jahja mengatakan sebelum pandemi Covid-19 BCA bisa menyalurkan kredit mobil baru dengan nilai mencapai Rp2,5 triliun sebulan. Namun, pada awal pandemi di Indonesia, yaitu pada April 2020 penyaluran kredit anjlok hingga menjadi Rp90 miliar dalam satu bulan.

"Pada saat awal Covid-19 Maret masih oke. April 2020 turun ke Rp90 miliar, Mei Rp180 miliar, saya ingat sekali angkanya Juni cuma Rp400 miliar. Bayangkan awalnya Rp2,5 triliun," kata Jahja seperti dilansir Antara, Rabu (2/6/2021).

Pada Agustus 2020, lanjut dia, BCA mulai mengadakan virtual expo dan berhasil menaikkan penyaluran kredit menjadi Rp1 triliun. Namun, jumlah tersebut belum cukup mengingat pembayaran cicilan mobil per bulannya sekitar Rp1,8 triliun hingga Rp2 triliun.

Pada Februari dan Maret 2021 BCA kembali mengadakan virtual expo dan pengajuan kredit mencapai Rp5 triliun. Menurut Jahja, daya beli masyarakat golongan ekonomi menengah masih ada di tengah pandemi Covid-19.

Namun, kata dia, masyarakat ekonomi menengah tidak memiliki kesempatan untuk membelanjakan uang mereka dikarenakan keterbatasan pergerakan akibat pandemi. Hal itulah, lanjutnya, yang menjadi penyebab kredit masih sangat lemah.

Dari situ, kuncinya adalah mendorong diler mobil masuk platform virtual dan mempertemukan pembeli, yang merupakan nasabah BCA dan masyarakat.

"Kalau kami tidak mempertemukan para konsumer dengan diler mobil atau developer rumah secara virtual, tidak akan terjadi penjualan. Namun, begitu ada virtual expo dalam satu bulan luar biasa dampaknya," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini