BPBD Kabupaten Cirebon Siapkan Strategi Hadapi Bencana Kekeringan

Bisnis.com,05 Jun 2021, 15:37 WIB
Penulis: Hakim Baihaqi
Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, CIREBON - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mulai melakukan sejumlah antisipasi menghadapi bencana kekeringan. Badan tersebut memprediksi, kemarau terjadi pada akhir Juni 2021.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Juwanda mengatakan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan dasar hukum penanganan bencana kekeringan melalui surat keputusan (SK) Bupati Cirebon.

"Menghadapi kemungkinan terjadinya bencana kekeringan di Kabupaten Cirebon ini harus ada dasar hukumnya dulu, jadi harus ada SK Bupati," kata Juwanda di Kabupaten Cirebon, Jumat (4/6/2021).

Juwanda mengatakan, pemerintah pun saat ini tengah melakukan persiapan secara fisik, mulai dari mempersiapkan armada pengangkut air bersih dan berkoordinasi dengan dinas terkait.

BPBD Kabupaten Cirebon pun sudah melakukan pemetaan wilayah atau desa yang biasa dilanda bencana kekeringan.

"Pemetaan itu bisa mengetahui perkiraan kebutuhan per orang dalam satu hari, kemudian dikaitkan dengan pemetaan wilayah atau desa hingga kecamatan tadi, sehingga pendistribusian nanti bisa dilakukan dengan baik karena sudah terencana," kata Juwanda.

Dalam upaya mengurangi dampak bencana kekeringan, BPBD Kabupaten Cirebon bergerak dengan Perumda Tirta Jati, Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas pemukiman Kawasan Perumahan dan Pertanahan (DPKPP) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR).

Tahun lalu, sebanyak 19 kecamatan di wilayah Kabupaten Cirebon engalami bencana kekeringan kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kemarau.

Sebanyak 19 kecamatan tersebut yaitu, Gebang, Greged, Gegesik, Gunung Jati, Kaliwedi, Klangenan, Talun, Tengah Tani‎, Suranenggala, Sedong, Panguragan, Beber, Mundu, Palimanan, Losari, Ciwaringin, Susukan, Karangwareng, dan Dukuhpuntang.

Dari 19 kecamatan yang terancam bencana kekeringan tersebut, berdampak ke 42 desa. Desa terbanyak yakni di Kecamatan Gununjati, yaitu Desa Babadan, Mayung, Sambeng, Pasindangan, Kalisapu, Astana, dan Grogol.

Selain itu, bencana tersebut berdampak kepada 38.133 kepala keluarga (KK) atau 127.953 jiwa.

Juwanda mengatakan, masyarakat yang membutuhkan air bersih, BPBD Kabupaten Cirebon akan utin mengirimkan air bersih
"Pengiriman air bersih, biasanya dilakukan sesuai dengan permintaan masyarakat," kata Eman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ajijah
Terkini