HSBC Fasilitasi Pinjaman Berjangka Anak Usaha Sarana Menara (TOWR) Rp1,15 Triliun

Bisnis.com,08 Jun 2021, 18:12 WIB
Penulis: M. Richard
Logo HSBC/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Sarana Menara Nusantara Tbk. melaporkan penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman berjangka antara anak usahanya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dengan PT Bank HSBC Indonesia.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (8/6/2021), keseluruhan jumlah fasilitas perjanjian mencapai Rp1,15 triliun. Perjanjian ini ditandatangani pada 4 Juni 2021 dengan jangka waktu perjanjian kredit ini sampai 4 Juni 2025.

"Tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha Perseroan atas penandatanganan Perjanjian Fasilitas oleh Protelindo," sebut Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Nusantara Irfan Gazali, Selasa (8/6/2021).

Dia pun memastikan perjanjian kredit ini juga tidak mengandung benturan kepentingan seperti dalam POJK 42 2020 tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.

Sebelumnya, emiten berkode TOWR ini menilai kinerja perseroan sepanjang tahun 2020 telah melampaui ekspektasi. Berdasarkan publikasi perseroan, TOWR berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih 19,5 persen secara year on year (yoy) pada periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2020.

Realisasi tersebut ditopang oleh pendapatan selama 9 bulan di tahun ini yang mencapai Rp 5,55 triliun, meningkat 19,3 persen yoy dari Rp 4,65 triliun tahun lalu.

Perseroan mampu membukukan EBITDA mencapai Rp 4,77 triliun, meningkat 23,3 persen yoy dari Rp 3,87 triliun tahun lalu. Pun, laba bersih mencapai Rp1,90 triliun, tumbuh 19,5 persen yoy dari Rp 1,59 triliun tahun lalu.

Perseroan menjelaskan kinerja keuangan yang moncer disebabkan adanya penambahan 5.269 penyewa menara (tenant) dan sewa 12.244 km serat optik berdasarkan kontrak jangka panjang.

Tercatat, per 30 September 2020, TOWR telah mengakumulasi 38.615 penyewa yang menempati 21.373 menara dan 39.771 km sambungan serat optik. Rasio sewa menara pada Q3/20 mencapai 1,81x, naik dari 1,67x pada tahun lalu.

Di sisi lain, PT Bank HSBC Indonesia belum lama ini memperkenalkan pengembangan tambahan pada platform Digital Accounts Receivables Tool (DART) yang terintegrasi dengan payment aggregator terkemuka.

Platform ini dapat membantu nasabah korporasi mengalihkan proses rekonsiliasi invoice secara manual menjadi elektronik dengan terintegrasi langsung melalui portal pembayaran yang mendukung berbagai macam metode pembayaran dan kanal pembayaran secara daring.

François de Maricourt, Presiden Direktur Bank HSBC Indonesia, mengatakan HSBC berkomitmen untuk memperkuat platform digital yang memungkinkan nasabah korporasi untuk mengotomasi proses dan meningkatkan efisiensi operasional.

"Pengembangan DART ini merupakan salah satu langkah penting dalam prioritas digital kami," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini