CIMB Niaga Bidik Kredit UMKM Tumbuh 5 Persen Semester I 2021

Bisnis.com,22 Jun 2021, 17:38 WIB
Penulis: Azizah Nur Alfi
Karyawati beraktivitas di salah satu cabang Bank CIMB Niaga di Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk. mengincar pertumbuhan kredit UMKM dapat mencapai 5% di semester I/2021, seiring dengan strategi yang diterapkan perseroan.

Bank CIMB optimistis dapat mencapai target tersebut karena melihat perbaikan kredit UMKM yang mulai meningkat di kuartal II/2021.

Hal itu sejalan dengan data Bank Indonesia yang menunjukkan kredit UMKM mulai tumbuh positif di Mei 2021, dari bulan-bulan sebelumnya yang masih terkontraksi. Penyaluran kredit kepada UMKM pada Mei 2021 tumbuh positif sebesar 0,5% yoy, dari bulan sebelumnya yang terkontraksi -0,5% yoy.

Head of Small Medium Enterprise CIMB Niaga Tony Tardjo mengatakan penyaluran kredit mulai meningkat di kuartal II dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Tony menyebut penyaluran kredit SME sampai dengan Maret 2021 mencapai Rp20,25 triliun. Selanjutnya, penyaluran kredit pada Mei 2021 sudah meningkat lebih baik dan tumbuh positif secara year on year (yoy). 

"Kita berharap bisa bertumbuh positif 4%-5% di semester I/2021," terangnya ketika dikonfirmasi, Selasa (22/6/2021).

Ada beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan kredit UMKM perseroan. Di antaranya, kebutuhan kredit dari pelaku UMKM mulai meningkat di kuartal II ini.

Selain itu, CIMB Niaga terus meningkatkan proses persetujuan kredit yang cepat. Perseroan juga memberikan suku bunga yang bersaing.

Tony mengatakan suku bunga kredit UMKM terus turun mengikuti penurunan BI-7 Day Reverse Repo Rate. Dalam enam bulan terakhir, perseroan sudah memangkas bunga kredit UMKM sekitar 1%-1,5% dari sebelumnya.

Strategi lainnya, CIMB mengoptimalkan digitalisasi sehingga proses permintaan kredit bisa lebih cepat. "Marketing kami dilengkapi dengan tablet sehingga proses permintaan kredit bisa lebih cepat. Data customer langsung di-input di tablet yang dibawa oleh tenaga marketing kami," imbuhnya.

Dengan penerapan PPKM Mikro ketat yang berlaku mulai hari ini, perseroan berharap kredit UMKM tetap tumbuh positif. Meski penerapan tersebut tidak menutup kemungkinan memberikan dampak kepada UMKM.

"Kita doakan saja supaya ekonomi bisa segera bangkit dengan makin banyaknya masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin dari program pemerintah," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini