Realisasikan Proyek Geo Dipa, BNI Salurkan Pembiayaan untuk 2 PLTP

Bisnis.com,23 Jun 2021, 13:56 WIB
Penulis: Khadijah Shahnaz
Gedung BNI/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI menyepakati perjanjian kredit dengan PT Geo Dipa Energi untuk membiayai dua proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

Nilai kredit yang dikucurkan mencapai US$34 juta yang merupakan pembiayaan kontijensi pembangunan PLTP Patuha unit 2 (1x55MW) dan PLTP Dieng unit 2 (1X55MW).

Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir, mengungkapkan, pembiayaan ini akan turut merealisasikan Proyek Pembangunan PLTP Patuha Unit 2 yang berkapasitas 1 x 55 MW dan PLTP Dieng Unit 2 dengan kapasitas 1 x 55 MW.

"Kredit ini merupakan bukti bahwa BNI mendukung secara penuh upaya pengembangan pemanfaatan energi listrik yang berasal dari energi terbarukan (renewable energy)," ujar Silvano dalam keterangan resmi, Rabu (23/6/2021). 

Hal ini sesuai dengan amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang penerapan keuangan berkelanjutan (sustainable finance).

PT Geo Dipa Energi sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi panas bumi, yang mengemban tugas pemerintah untuk mengembangkan pemanfaatan energi listrik khusus yang berasal dari energi terbarukan.

Penandatanganan perjanjian kredit ini menunjukkan wujud sinergi kerjasama antar BUMN dan dukungan terhadap program pemerintah Indonesia dalam penggunaan energi terbarukan (renewable energy).

BNI berkomitmen untuk memajukan perekonomian melalui dukungan kepada PT Geo Dipa Energi dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Silvano menambahkan, kredit untuk energi searah dengan salah satu arah strategi bisnis BNI pada tahun 2021 yaitu peningkatan bisnis yang berkelanjutan melalui peningkatan portofolio hijau.

BNI memang secara aktif menyalurkan pembiayaan kepada berbagai pembangkit berbasis energi terbarukan, antara lain pembiayaan kepada pembangkit listrik tenaga air, pembangkit listrik tenaga minihydro, dan pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto menuturkan, dukungan BNI terhadap sektor energi terbarukan cukup signifikan. Hal itu dapat dilihat dari realisasi total portofolio terhadap sektor energi terbarukan yang mencapai Rp5,2 triliun pada kuartal I/2021 dan akan terus ditingkatkan.

Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung implementasi Enviroment, Social, and Governance (ESG).

“Untuk ke depannya BNI terus mendukung ekspansi pada sektor ketenagalistrikan, khususnya energi terbarukan. Diharapkan kerja sama ini terus berkembang di kemudian hari, tidak terbatas pada pembiayaan namun juga penggunaan produk-produk BNI lainnya,” ujar Sis Apik.

Sementara itu, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim mengatakan, perjanjian non cash loan dengan BNI merupakan bagian dari pengembangan energi terbarukan di Tanah Air. Pihaknya berharap kerja sama dengan BNI dapat terus terjalin secara berkelanjutan.

Dia menuturkan, saat ini trend transisi energi pembiayaannya membutuhkan 3 aspek yaitu Environmental, Social, dan Corporate Governance (ESG).

"Jika tidak mengikuti, kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati pendanaan yang menarik yang sesuai dengan tuntutan dunia terhadap turunnya atau menguranginya gerakan rumah kaca di dunia. Semoga ke depannya Indonesia dapat menjadi Geothermal Center of Excellence dan dukungan dari BNI dapat terus terjalin," tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini