Multifinance Berlomba Kembangkan Platform Digital, Berapa Modal yang Disiapkan?

Bisnis.com,04 Jul 2021, 21:34 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Era kebiasaan baru masyarakat yang kian dekat dengan layanan digital membuat perusahaan pembiayaan (multifinance) putar otak memperluas jangkauan pengguna lewat dunia maya.

Beberapa multifinance pun mulai berlomba menggelar beragam layanan via kanal digital serta makin berani merogoh kocek dalam terkait belanja modal atau investasi sektor Teknologi Informasi (TI) demi memanfaatkan momentum ini.

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) menjadi salah satu yang paling gencar mengembangkan platform digital, mulai dari aplikasi mobile, marketplace otomotif, hingga aplikasi pembiayaan via website.

Setidaknya, transformasi digital perusahaan pembiayaan berkode emiten ADMF ini dalam 3 tahun terakhir telah melahirkan aplikasi Adiraku, situs marketplace jual-beli mobil di momobil.id dan motor di momotor.id, website pameran virtual 3D produk otomotif & nonotomotif Adira Virtual Expo 2020, serta layanan pinjaman multiguna dicicilaja.com.

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan belanja modal untuk transformasi digital memang terus dipersiapkan karena kebutuhan terhadap fitur dan layanan digital dari setiap platform akan terus berkembang.

Ke depan, anak usaha PT Bank Danamon Tbk. (BDMN) ini berencana mengintegrasikan beberapa platform. Terutama, untuk mengakomodasi pembiayaan kendaraan baru atau bekas lewat momobil.id dan momotor.id secara full digital.

"Capex [capital expenditure] transformasi digital tentu kami siapkan, bagian dari biaya pengembangan IT, dan berasal itu dari dana internal. Kami siapkan setiap tahun, kami alokasikan di luar kebutuhan opex [operational expenditure] IT reguler, kami sisihkan banyak untuk investasi karena selalu ada yang baru terkait kebutuhan digitalisasi," ujarnya dalam diskusi bersama media, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan laporan keuangan ADMF, porsi investasi barang modal memang difokuskan untuk transformasi digital dan sebagian besar digunakan untuk pengembangan layanan, jaringan usaha, serta infrastruktur TI.

Secara terperinci, nilainya mencapai Rp134,6 miliar pada 2020, yang terbagi atas aset tetap sebesar Rp50,4 miliar serta perangkat lunak dan perangkat lunak dalam penyelesaian Rp84,2 miliar.

Secara jumlah tampak menurun ketimbang 2018 dan 2019, tetapi porsi berkaitan perangkat lunak & perangkat lunak dalam penyelesaian terbilang naik. Tepatnya, dari hanya Rp46,9 miliar dari Rp150,9 miliar pada 2018, dan Rp75,9 miliar dari Rp155,3 miliar pada 2019.

Sedikit berbeda, PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) memilih menerapkan strategi transformasi digital dengan meluncurkan sistem Open Application Programming Interfaces (Open API) bertajuk BFI Connect pada awal 2021.

Lewat sistem ini, tanpa membuat platform sendiri pun, kanal digital BFIN diharapkan bertambah lewat jaringan platform digital selain mitra. Sebanyak 40 mitra eksisting seperti e-commerce dan korporasi tengah dibidik masuk ke dalam ekosistem ini.

Berdasarkan laporan tahunan BFIN, strategi transformasi digital mendongkrak nilai aset tak berwujud hingga 43,3 persen secara year-on-year (yoy) dari Rp30 miliar menjadi Rp43 miliar. Dari jumlah ini, didominasi pembelanjaan perangkat lunak untuk mendukung kapasitas proses bisnis digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Margrit
Terkini