Transaksi Naik Pesat, Digitalisasi Sistem Pembayaran Dukung Pemulihan Ekonomi

Bisnis.com,22 Jul 2021, 20:26 WIB
Penulis: Khadijah Shahnaz
Seorang warga menggunakan pembayaran nontunai Quick Response Indonesia Standard (QRIS) saat membeli kopi di warung kopi Jalik Rumbuk di Mataram, NTB, Selasa (12/1/2021)./ANTARA FOTO-Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN)

Gubernur Bank Indonesia Perry Warijo menjelaskan transaksi ekonomi dan keuangan digital tumbuh tinggi di Indonesia seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking.

"Nilai transaksi e-commerce pada kuartal I dan II 2021 meningkat 63,36 persen (yoy) menjadi Rp186,75 triliun, dan diproyeksikan meningkat 48,4 persen(yoy) mencapai Rp395 triliun untuk keseluruhan tahun 2021," jelas Perry dalam dalam jumpa pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) Kamis, (23/7/2021). 

Perry pun mempaparkan nilai transaksi uang elektronik (UE) pada kuartal I dan II 2021 meningkat 41,01 persen (yoy) mencapai Rp132,03 triliun, dan diproyeksikan tumbuh 35,7 persen (yoy) mencapai Rp278 triliun untuk keseluruhan tahun 2021.

Sementara itu, transaksi perbankan digital pada kuartal I dan II 2021 meningkat 39,39 persen (yoy) menjadi Rp17.901,76 triliun, dan diproyeksikan meningkat 30,1 persen (yoy) mencapai Rp35.600 triliun untuk keseluruhan tahun 2021.

"Bank Indonesia mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran untuk akselerasi ekonomi keuangan digital dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional," ujar Perry. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini