Pilih Aman, BTN (BBTN) Pupuk Pencadangan Lebih Tinggi

Bisnis.com,28 Jul 2021, 17:47 WIB
Penulis: M. Richard
Suasana layanan di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk di Jakarta, Senin (8/1)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) akan tetap memupuk pencadangan lebih tinggi untuk menjaga kestabilan bisnis di masa pandemi tahun ini.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan perseroan memiliki coverage ratio 120,72 persen pada  paruh pertama tahun ini, naik dari periode sama tahun lalu 107,90 persen.

"Kendati posisi tersebut sudah naik, kami tetap mengupayakan kenaikan coverage ratio lagi. memang kami mengutamakan sustainability ke depan," katanya pada Konferensi Pers Paparan Kinerja Bank BTN Kuartal II/2021 di Jakarta, Rabu (28/7/2021).  

Dia menyampaikan perseroan pun yakin untuk dapat terus menekan lagi rasio kredit bermasalah hingga di bawah 4 persen sampai akhir tahun ini. Terlebih, pertumbuhan kredit sekaligus dengan perbaikan kualitas fasilitas pinjaman debitur sudah mulai terlihat.

"Untuk NPL saat ini baru 4,1 persen, tetapi kalau pertumbuhan kredit terus baik, kami akan upayakan untuk menekan hingga 3,9 persen," sebutnya.

Laporan keuangan Bank BTN mencatat pertumbuhan ekspansi kredit menjadi pendorong pendapatan bunga Bank BTN. Per kuartal II/2021, BBTN mencatatkan peningkatan pendapatan bunga sebesar 1,39 persen yoy.

Beban bunga juga berhasil ditekan turun sebesar 13,63 persen yoy, sehingga pendapatan bunga bersih Bank BTN melonjak di level 28,18 persen yoy. 

Perbaikan proses bisnis yang dilakukan Bank BTN juga turut menopang perolehan laba bersih perseroan. Bank BTN telah menggelar beragam strategi mulai dari efisiensi, digitalisasi, perampingan outlet, hingga meningkatkan fee based income melalui transaksi non-kredit.

Dengan berbagai langkah tersebut, laba bersih Bank BTN tercatat tumbuh di level 19,87 persen yoy menjadi Rp920 miliar pada kuartal II/2021 dari Rp768 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, dengan kinerja positif pada kredit dan DPK, hingga paruh pertama tahun ini, BBTN mencatatkan posisi aset senilai Rp380,51 triliun atau melonjak sebesar 20,95 persen yoy dari Rp314,60 triliun di periode yang sama tahun lalu.

“Bagi kami, tumbuh positif dan berkelanjutan merupakan prioritas kami terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang,” tutur Haru. 

Bank BTN juga tetap berkomitmen untuk membantu masyarakat termasuk nasabah atau debiturnya yang terdampak gelombang kedua Covid-19 dan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Selain menyalurkan berbagai bantuan sosial, perseroan juga tetap memberikan fasilitas restrukturisasi bagi nasabah atau debitur terdampak. 

Perseroan juga memproyeksikan restrukturisasi akan terus menunjukkan tren penurunan hingga akhir tahun 2021. “Kami tetap memberikan fasilitas restrukturisasi untuk mengurangi beban para debitur di masa pandemi ini. Namun, kami mencermati tren pengajuan restrukturisasi terus menurun meski PPKM diperpanjang,” kata Haru. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini