BCA Rencanakan Stock Split, Ini Harga Baru Saham BBCA

Bisnis.com,31 Jul 2021, 16:54 WIB
Penulis: Khadijah Shahnaz
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perbankan, PT Bank Central Asia Tbk. berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5.

Rapat Direksi & Komisaris BCA PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada tanggal 29 Juli 2021 telah menyetujui aksi korporasi stock split dengan rasio 1 saham lama menjadi 5 saham baru.

Nilai nominal per unit saham BBCA saat ini adalah Rp62,50, sedangkan nilai nominal per unit saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp12,5. Dengan aksi korporasi ini, total jumlah saham BBCA akan membesar dari 24,65 miliar saham menjadi 123,27 miliar saham.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyatakan pemecahan nilai saham itu dilakukan karena mencermati perkembangan dan dinamika ekonomi dan pasar di dalam negeri, termasuk aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

“Melalui aksi korporasi stock split ini, kami berharap harga saham BBCA akan lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan bursa. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri,” katanya, Jumat (30/7/2021). 

Sebagai informasi, harga saham BBCA pada pada penutupan perdagangan bulan Juli 2021 ini BBCA terhenti di angka Rp29.850 per unit saham. Di mana untuk para investor yang ingin membeli 1 lot saham BBCA harus mengeluarkan dana sebesar Rp2,9 juta.

Jika mengacu pada harga penutupan tersebut, ketika stock split selesai, BBCA akan diperdagangkan di harga yang relatif murah yakni sekitar Rp5.950 per unit karena pembulatan ke bawah dari Rp 5.970/unit. Dengan demikian, harga untuk membeli 1 lot saham BBCA menjadi hanya perlu dana Rp597.000.

Sementara itu, manajemen BCA akan menggelar Rapat umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 September mendatang. Rapat tersebut untuk meminta restu kepada para pemegang saham terkait rencana stock split.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini