Transaksi Game dan Telemedis Dongkrak Kinerja DOKU di Kala Pandemi

Bisnis.com,06 Agt 2021, 07:34 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Ilustrasi pembayaran menggunakan barcode di ponsel pintar/Wikimedia Common

Bisnis.com, JAKARTA - DOKU, platform fintech pembayaran dan dompet digital besutan PT Nusa Satu Inti Artha tetap moncer di era pandemi Covid-19 berkat beberapa transaksi yang tengah menjadi tren di kalangan pengguna.

Himelda Renuat, Co-Founder & Chief Marketing Officer DOKU mengungkapkan beberapa transaksi tersebut membuat pihaknya mampu meneguhkan total nilai transaksi mencapai US$2,9 miliar sepanjang periode 2020.

Antara lain, transaksi untuk ritel, gim, dan konten digital, yang pertumbuhannya mencapai lebih dari 30 persen pada Juli 2021 ketimbang periode sebelumnya.

"Use-case untuk transaksi hiburan, salah satunya game, itu bertumbuh sangat pesat selama pembatasan sosial. Baik pembelian game di Playstore, maupun in-app purchase. Kebetulan, mitra kita di sektor ini yang ternyata juga sekarang punya investor yang sama," ujarnya, Kamis (5/8/2021).

Sekadar informasi, DOKU baru saja menerima pendanaan sebesar US$32 juta dari Apis Growth Fund II yang disponsori Apis Partners LLP. Di mana manajer aset asal Inggris yang mengkhususkan investasinya ke layanan finansial tahap bertumbuh ini juga memiliki Codapay besutan Codashop dalam portofolionya.

Ke depan, Himelda mengatakan pihaknya juga akan mengakomodasi transaksi periklanan atau monetize dalam platform media sosial, contohnya lewat menambah kemitraan dengan Tiktok dan Facebook.

Adapun, untuk ritel, hal ini sejalan dengan pertumbuhan organik Jokul, platform pembayaran online terintegrasi untuk pelaku usaha yang selama soft launch mampu menggandeng 5.000 mitra, serta lonjakan pedagang QRIS baru sebesar 1.583 persen (year-on-year/yoy).

Selain itu, melonjaknya transaksi yang berkaitan dengan kemitraan bersama BPJS Kesehatan, MKP Mobile yang mengakomodasi para pedagang pasar dan transaksi ticketing, PD Pasar Jaya DKI Jakarta, Benihbaik, dan GoodDoctor, pun meneguhkan kebiasaan transaksi baru di masyarakat secara non-tunai.

"Kebutuhan transaksi telemedis itu juga kami lihat juga memberikan pengaruh selama pandemi ini. Di dalamnya, transaksi berkaitan tes swab dan PCR termasuk salah satu yang membuat pertumbuhannya besar," tambahnya.

Terakhir, Himelda menyebut transaksi transportasi, yakni lewat mitra penyedia Taksi dan Ojek Online Maxim juga mengalami peningkatan, terutama di sebagian wilayah tertentu di mana ojol yang identik dengan warna kuning tersebut digemari.

Ke depan, DOKU berupaya mempercepat pengembangan produk dan layanannya untuk mengakomodasi kemitraan dengan UMKM yang lebih luas dan lebih beragam, dari segala fase bisnis para mitra.

"Karena ada salah satu fakta menarik yang kita lihat sendiri, ada mitra kita yang berjualan stiker atau merchandise dari K-POP. Transaksinya ternyata besar juga. Inilah kenapa kita bersemangat untuk terus mengampanyekan digitalisasi transaksi dan menjangkau pelaku bisnis yang lebih luas dari berbagai segmen," tutup Himelda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini