Setahun Beroperasi, Ternak Uang Lanjutkan Misi Edukasi Investor Muda

Bisnis.com,19 Agt 2021, 22:13 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Financial Technology (Fintech)/channelasia

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan rintisan (startup) PT Ternak Uang Nusantara atau Ternak Uang masih melanjutkan misinya dalam meningkatkan literasi finansial kaum muda, terutama yang berminat menjadi investor pemula.

Co-Founder sekaligus CEO Ternak Uang Raymond Chin mengungkapkan setelah memasuki usia setahun beroperasi, misi Ternak Uang mendorong literasi finansial dan investasi harapannya turut menggerakkan roda perekonomian nasional ke arah yang lebih maju.

"Untuk jangka pendek, kami ingin terus menghadirkan layanan-layanan yang relevan untuk generasi muda yang ingin belajar tentang finansial. Seperti meningkatkan kualitas layanan dari Ternak Uang Academy, TUtoring, dan beragam layanan lainnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (19/8/2021).

Sekadar informasi, startup besutan Raymond bersama dua influencer di bidang keuangan dan investasi Timothy Ronald dan Felicia Putri Tjiasaka ini lahir pada 7 Agustus 2021 yang notabene berada di tengah pandemi.

Raymond dan Timothy awalnya memulai perjalanan dengan peluncuran website Ternak Uang karena terdorong oleh kondisi pandemi yang melanda Tanah Air. Kemudian, Felicia yang kebetulan seorang praktisi keuangan dan investasi yang telah mengantongi sertifikat CFA level 3 sejak 2019 turut bergabung.

"Bertepatan dengan pandemi yang terjadi, sebagian masyarakat menyadari pentingnya investasi. Ini terlihat dari lonjakan pertumbuhan investor di masa pandemi corona. Oleh karena itu, Ternak Uang hadir untuk memberikan edukasi dan pembekalan yang tepat kepada investor muda," jelasnya.

Terkini, Ternak Uang telah memiliki 351.000 lebih pengguna. Sejak awal berdiri, platform edukasi keuangan ini pun konsisten mencatatkan rata-rata pertumbuhan pengguna sebanyak 30 persen setiap bulannya. Didominasi kawasan Jabodetabek, disusul persebaran hampir merata di seluruh wilayah Indonesia, bahkan hingga ke daerah timur.

Raymond menambahkan bahwa secara umum Ternak Uang ditujukan bagi masyarakat segala usia. Namun, jika dikerucutkan, generasi muda yang ingin mempelajari tentang finansial dan investasi menjadi incaran utama.

Pengguna terbesar pun tercatat berasal dari kalangan usia 24 tahun ke bawah, bahkan ada pengguna yang berusia 14 tahun. Lalu, ada beberapa pengguna dari kelompok umur 25-35 tahun. "Untuk rencana jangka panjang, kami berharap dapat memperkuat komunitas investor sebagai satu platform yang bisa saling memberdayakan sesama investor satu sama lainnya," ujarnya.

Timothy Ronald yang kini menjabat sebagai Co-Founder dan CMO Ternak Uang menambahkan bahwa memasuki tahun kedua, strategi yang akan dibawa Ternak Uang untuk semakin banyak menggaet kaum muda salah satunya melalui media sosial. "Sebagai contoh, TikTok yang identik dengan konten berbau hiburan, oleh Ternak Uang justru dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dengan tema investasi," jelasnya.

Bahkan, Timothy sendiri tercatat merupakan salah satu konten kreator saham pertama di Tiktok yang mampu membuat dirinya menjadi salah satu figur yang berbeda dan dengan cepat meraih perhatian dari banyak generasi muda dalam hal investasi dan finansial.

Secara tidak langsung, eksistensi Timothy ini sempat membuat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Ternak Uang terlihat. Sehingga sebelum Ternak Uang resmi 'dilahirkan' pun sudah ada sekitar 300 peserta yang berminat mendaftarkan diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini