Cooling Down, BEI Suspensi Saham Bank Neo Commerce (BBYB)

Bisnis.com,25 Agt 2021, 08:49 WIB
Penulis: Annisa Sulistyo Rini
Karyawati beraktivitas di sekitar logo Bank Neo Commerce di Jakarta, Kamis (19/4/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB).

Dalam pengumuman bernomor Peng-SPT-00123/BEI.WAS/08-2021, otoritas bursa menyampaikan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan, dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham BBYB. Suspensi tersebut dilakukan pada perdagangan hari ini, Rabu (25/8/2021).

"Penghentian sementara perdagangan saham BBYB tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai," demikian penjelasan BEI.

Penghentian sementara tersebut bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi para pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham Bank Neo Commerce (BBYB).

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan," tambah BEI.

Adapun, pada perdagangan Selasa (24/8/2021), saham BBYB ditutup menguat 8,93 persen ke level 1.830 dengan volume transaksi 524,87 juta saham dengan nilai Rp965,48 miliar.

Dalam sepekan terakhir, saham Bank Neo telah menguat 28,42 persen. Dalam satu bulan terakhir harga saham BBYB melesat 242,06 persen. Saat ini, bank yang semula bernama Bank Yudha Bhakti tersebut memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp13,71 triliun.

Perkembangan terakhir, PT Akulaku Silvrr Indonesia, yang memiliki saham BBYB sebesar 24,98 persen akan menjadi pemegang saham pengendali dengan dikeluarkannya izin dari regulator.

Sementara, pemegang saham lainnya, yaitu PT Asabri (Persero) telah melepaskan saham hingga tinggal 0,53 persen per penutupan perdagangan Kamis (19/8/2021). Saham Bank Neo juga digenggam oleh PT Gozco Capital sebesar 17,88 persen.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan perseroan optimistis dalam memenuhi syarat OJK tentang kepemilikan modal inti bank digital senilai Rp3 triliun pada akhir 2022.

“Kepercayaan para pemegang saham dan Neo Customers kepada Bank Neo Commerce menambah kepercayaan diri kami dalam meraih target kepemilikan modal ini. Kami berupaya untuk dapat memenuhi persyaratan modal inti lebih cepat dari yang disyaratkan OJK, ” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini