Rerata Investasi Dana Kelolaan Asuransi Jiwa Rp112 Triliun dalam 3 Tahun Terakhir

Bisnis.com,09 Sep 2021, 16:18 WIB
Penulis: Denis Riantiza Meilanova
Karyawan berkomunikasi didekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Selasa (15/1/2020). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat investasi dana kelolaan industri asuransi jiwa rata-rata mencapai Rp112 triliun dalam 3 tahun terakhir ini atau pada periode 2018-2020. Penempatan investasi dana kelolaan tersebut dalam bentuk obligasi, sukuk, surat dan berharga negara.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menilai besarnya penempatan dana investasi tersebut menunjukkan peran industri asuransi jiwa dalam mendukung stabilitas perekonomian Indonesia. Hal ini disebabkan karakteristik investasi yang dilakukan perusahaan asuransi jiwa umumnya bersifat jangka panjang.

"Bersifat jangka panjang, artinya sekali diinvestasikan oleh perusahaan asuransi jiwa maka akan stay 10-20 tahun atau lebih lama lagi. Rasanya industri asuransi jiwa dan dana pensiun yang mampu menghimpun dana masyarakat bersifat jangka panjang," ujar Budi dalam media gathering Peluncuran Transformasi Brand AAJI secara virtual, Kamis (9/9/2021).

Investasi bersifat jangka panjang tersebut juga sangat cocok untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang bersifat jangka panjang, seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, dan lainnya.

Menurut Budi, semakin besarnya dana investasi jangka panjang dari asuransi jiwa dan dana pensiun akan turut mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Indonesia. Hal ini sudah terjadi di negara-negara di Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand yang memiliki dana investasi jangka panjang cukup besar dari industri asuransi jiwa dan dana pensiun.

"Penetrasi dan densitas kita masih rendah. Kami simulasi seumpama tingkat penetrasi dan densitas asuransi jiwa kita, seperti Malaysia dan Thailand, maka nilai dana investasi jangka panjang kita bisa sampai Rp1.500-Rp2.000 trilliun. Bayangkan ada dana jangka panjang yang bisa dimanfaatkan negara untuk biayai program jangka panjang, maka banyak yang bisa bangun jembatan, bandara, pelabuhan, dan mungkin kawasan Indonesia Timur," katanya.

Selain itu, Budi menyebut bahwa industri asuransi jiwa juga turut menjaga stabilitas pasar modal Indonesia lewat besarnya investasi di instrumen saham dan rekas dana. AAJI mencatat rata-rata nilai investasi industri asuransi jiwa di pasar modal mencapai Rp319 triliun dalam 3 tahun terakhir.

"Rp319 triliun ini bukan hot money, ini longterm money, tidak secara aktif diperdagangkan perusahaan asuransi jiwa. Kalau komposisi dana yang berputar di pasar modal cukup besar porsi dana jangka panjangnya, rasanya fluktuasi akan lebih stabil," imbuh Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini