Akseleran Tingkatkan Cakupan Proteksi untuk Pinjaman Gagal Bayar

Bisnis.com,10 Sep 2021, 12:05 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Co Founder & Chief Executive Officer PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia Ivan Nikolas Tambunan. Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Platform teknologi finansial peer-to-peer (P2P) lending PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) berupaya terus meningkatkan kenyamanan bagi para penggunanya, baik peminjam (borrower) maupun pendana (lender).

Ivan Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran, mengatakan salah satu hal yang paling dikhawatirkan lender adalah terjadinya risiko gagal bayar atau (non performing loan/NPL).

Pada awal September 2021, Akseleran sukses menekan angka kredit macet di angka 0,08 persen dari total penyaluran pinjaman usaha secara kumulatif hingga, atau turun 0,15 persen dibandingkan realisasi NPL di periode yang sama tahun 2020.

Secara hitungan rata-rata NPL tiap bulan di tahun ini, mulai Januari hingga Agustus 2021, rata-rata NPL Akseleran dari total penyaluran pinjaman usaha secara kumulatif berada di angka 0,11 persen.

Menilik tren NPL yang bertahan, mulai September 2021 ini Akseleran pun berani meningkatkan cakupan proteksi asuransi kredit yang semula sebesar 90 persen dari pokok pinjaman tertunggak menjadi 99 persen dari pokok pinjaman tertunggak.

"Adanya proteksi asuransi kredit 99 persen, selalu memfokuskan setiap bisnis usaha yang memiliki cashflow baik serta tetap memperbesar porsi pinjaman dari invoice financing yang saat ini memiliki portofolio 70 persen di Akseleran, semakin membuat kami optimis bahwa angka NPL di akhir tahun 2021 dapat semakin membaik atau di bawah 1 persen," ujar Ivan dalam keterangannya, Jumat (10/9/2021).

Ivan menjelaskan, perbaikan kualitas pinjaman berupa rendahnya angka NPL Akseleran tidak mengurangi pertumbuhan penyaluran pinjaman usaha kepada UMKM yang sedang membutuhkan modal kerja.

Sekalipun di tengah pandemi saat ini, dia menyampaikan, hingga akhir Agustus 2021 Akseleran berhasil mencatat total penyaluran pinjaman usaha sebesar Rp1,05 triliun atau tumbuh 109 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Saat ini rata-rata penyaluran pinjaman usaha Akseleran setiap bulannya sudah mencapai sebesar Rp170 miliar lebih, atau sudah melampaui rata-rata bulanan di tahun lalu yang berada di kisaran Rp100 miliar hingga Rp120 miliar.

"Tren penyaluran terus meningkat setiap bulan dan secara kumulatif Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp2,9 triliun kepada lebih dari 2.500 peminjam dan didukung oleh sekitar 160 ribu lender retail atau perorangan maupun lebih dari 17 institutional lender," kata Ivan.

Selain itu, Ivan yakin bahwa Akseleran akan kembali menutup kuartal ketiga tahun ini dengan pertumbuhan. Sebab, setidaknya hingga di minggu pertama September ini Akseleran sudah melewati realisasi penyaluran pinjaman usaha di kuartal ketiga tahun 2020 dengan pertumbuhan sebesar 43 persen dan akan melanjutkan rapor hijau yang juga terjadi di kuartal pertama dan kuartal kedua tahun 2021.

Terakhir, penyaluran pinjaman usaha Akseleran saat ini juga sudah semakin menyebar luas di luar Pulau Jawa, antara lain Kalimantan, Riau, Sulawesi, dan Maluku yang masuk ke dalam 10 besar wilayah di Indonesia dengan penyaluran pinjaman usaha terbesar Akseleran.

"Wilayah-wilayah tersebut memang memiliki potensi UMKM yang memiliki lini usaha yang cocok dengan Akseleran khususnya di sektor Engineering dan Construction, Coal & Related Energy, Power, Oil & Gas, Business & Consumer Services, dan Electrical Equipment," jelas Ivan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Azizah Nur Alfi
Terkini