Allianz Sebut Kolaborasi Platform Digital Dorong Penetrasi Asuransi

Bisnis.com,11 Sep 2021, 12:13 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Karyawan melanyani nasabah di kantor Allianz di Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Asuransi Allianz Life Indonesia melihat pentingnya kolaborasi dengan berbagai platform digital untuk meningkatkan kemudahan proses dan akses layanan dari suatu produk asuransi, sampai meningkatkan jangkauan penetrasi asuransi.

Bianto Surodjo, Direktur & Chief of Partnership Distribution Officer Allianz Life Indonesia mengungkap bahwa digitalisasi proses merupakan keniscayaan bagi perusahaan asuransi bisa bertahan sekaligus meningkatkan kapasitasnya di era new normal.

"Karena asuransi bukan hanya menjual dan berhenti, tapi juga services. Mulai dari payment, melakukan top-up kalau dia membeli unit-link misalnya, atau withdrawal penuh atau sebagian, sampai klaim dan sebagainya. Semua layanan ini bisa kita support dengan digitalisasi," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (10/9/2021).

Allianz mencontohkan salah satu fenomena yang tengah menjadi perhatian pihaknya, yaitu maraknya nasabah yang membutuhkan platform telemedis di tengah pandemi.

Oleh sebab itu, perusahaan asuransi yang bisa memanfaatkan momentum ini, secara tak langsung telah memberikan dampak nyata bagi para nasabah. Harapannya, akomodasi ini menjadi salah satu cara menjaga kepercayaan industri di mata masyarakat dan akhirnya meningkatkan minat mereka terhadap produk asuransi secara lebih luas.

"Kita lihat tren penggunaan fasilitas telemedis itu meningkat pesat. Jadi ketika service kami punya link terhadap platform-platform layanan digital, ini sangat membantu kami, karena partisipasi dengan nasabah meningkat, didorong mereka bisa mengakses layanan secara mudah," tambahnya.

Ke depan, bukan hanya dari sisi proses, harapannya produk yang berhasil dipasarkan secara digital akan turut menguat dan bertumbuh. Pasalnya, produk proteksi yang diakses secara digital kini masih terbatas pada produk tradisional, sederhana, dan premi yang lebih kecil. Menyesuaikan dengan kebutuhan market di kanal digital yang tergolong milenial atau pemula terkait produk-produk asuransi jiwa.

Oleh sebab itu, apabila penetrasi asuransi secara digital terus meluas dan masyarakat sudah mulai terbiasa, Allianz memproyeksi 5 tahun mendatang produk yang lebih komplek bisa turut diterima secara digital.

"Ketika sudah terbiasa dan literasi masyarakat terhadap produk asuransi sudah semakin tinggi, kami yakin spektrum produk yang bisa dijual lewat kanal digital ini akan meningkat, bukan hanya produk-produk yang sederhana," tutup Bianto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Azizah Nur Alfi
Terkini