Bank Mandiri (BMRI) Salurkan Kredit Rp803 Triliun, Tumbuh 6,2 Persen per Juli 2021

Bisnis.com,17 Sep 2021, 19:50 WIB
Penulis: Khadijah Shahnaz
Gedung Bank Mandiri/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp803,08 triliun hingga akhir Juli 2021. Posisi tersebut mengalami peningkatan sebesar 6,2 persen secara year on year (YoY).

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha menyampaikan pertumbuhan tersebut, salah satunya ditopang oleh kredit perseroan di segmen wholesale. Penyaluran kredit Bank Mandiri (bank only) ke segmen wholesale sampai dengan Juli 2021 tumbuh sebesar 6,43 persen secara year on year (YoY) atau 6,33 persen secara year to date (YtD).

"Pertumbuhan kredit yang terbesar terdapat pada sektor pertanian dan kehutanan, mesin dan peralatan, serta telekomunikasi," ujar Rudi kepada Bisnis pada Jumat (17/9/2021)

Bank Mandiri pun dalam menyalurkan kredit mempunyai portfolio guideline yang digunakan untuk mengatur batasan pemberian kredit berdasarkan sektor industri.

Sektor yang prospektif (menarik dan netral) diarahkan tumbuh secara bertahap sehingga portfolio mix juga dapat tumbuh semakin sehat.

Rudi pun menambahkan Bank Mandiri berharap kredit 2022 dapat tumbuh dari sektor yang masih memiliki prospek baik dan recovery yang relatif cepat dari dampak pandemi Covid-19, seperti sektor telekomunikasi, FMCG, serta perkebunan sawit & CPO, sebagaimana telah terbukti pada paruh pertama tahun ini.

"Melalui strategi tersebut, serta mulai pulihnya ekonomi kami optimis pertumbuhan kredit di tahun ini mampu tumbuh sesuai dengan target yang telah ditentukan," tambah Rudi

Dalam Survei Bank Indonesia pun mengindikasikan penyaluran kredit baru pada Agustus 2021 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Dalam survei tersebut meningkatnya didorong oleh jenis penggunaan KPR dan kredit konsumsi lainnya.

Sebelumnya juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada akhir Juli 2021 tumbuh di angka 0,50 persen yoy.

Jika dibandingkan dengan akhir tahun atau secara year to date (ytd), maka kredit perbankan tumbuh sebesar 1,5 persen. Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh penyaluran kredit UMKM dan kredit usaha rakyat atau KUR.

Melihat data yang ada Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan dengan kasus Covid-19 yang melandai dan didukung dengan adanya pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, tren meningkatnya kredit bisa sampai akhir tahun.

"Menurut saya dengan kasus Covid-19 yang melandai dan didukung dengan pelonggaran PPKM, maka sampai akhir tahun trennya masih tetap meningkat," kata Trioksa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini