Masih Terbatas, Kredit Bank per Agustus Tumbuh 1,16 Persen

Bisnis.com,21 Sep 2021, 16:26 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4/2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan kredit perbankan masih terbatas pada Agustus 2021, yakni tumbuh tipis 1,16 persen secara tahunan (yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa meski mampu melanjutkan pertumbuhan positif, fungsi intermediasi perbankan masih perlu ditingkatkan.

“Intermediasi perbankan melanjutkan pertumbuhan positif, yaitu sebesar 1,16 persen yoy pada Agustus 2021,” ujarnya dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG), Selasa (21/9/2021).

Dia menambahkan bahwa pertumbuhan itu didorong oleh membaiknya permintaan kredit dari dunia usaha sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, menurunnya suku bunga kredit baru, serta melonggarnya standar penyaluran kredit perbankan.

Perry menyatakan kredit konsumsi dan kredit modal kerja melanjutkan pertumbuhan positif, masing-masing sebesar 2,84 dan 1,27 persen secara yoy. Ini mengindikasikan peningkatan aktivitas konsumsi terutama permintaan pemilikan rumah, serta pemulihan dunia usaha.

“Kredit UMKM juga terus mengalami peningkatan dengan tumbuh sebesar 2,70 persen pada Agustus 2021. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit pada tahun 2021 diperkirakan dalam kisaran 4 persen hingga 6 persen,” pungkasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, survei Bank Indonesia (BI) telah mengindikasikan penyaluran kredit pada Agustus 2021 meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Hal tersebut didorong oleh jenis penggunaan KPR dan kredit konsumsi lainnya, sementara jenis Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI) diperkirakan melambat.

Berdasarkan kelompok bank, pertumbuhan penyaluran kredit baru pada Agustus 2021 diperkirakan terjadi pada bank umum dan Bank Pembangunan Daerah (BPD), sementara penyaluran kredit pada Bank Umum Syariah (BUS) melambat.

Untuk keseluruhan kuartal III/2021, penyaluran kredit baru juga diperkirakan tumbuh, meski tidak setinggi pertumbuhan kuartal sebelumnya.

Hasil survei juga menunjukkan kebutuhan pembiayaan korporasi pada Agustus 2021 tetap tumbuh, meskipun melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang1 (SBT) sebesar 0,9 persen, lebih rendah 1,8 persen pada Juli 2021.

Sejumlah sektor seperti sektor pertambangan, industri pengolahan, dan jasa kesehatan terindikasi memiliki kebutuhan pembiayaan, yang tidak setinggi bulan sebelumnya lantaran dipengaruhi menurunnya kegiatan operasional.

Di sisi lain, terdapat sejumlah sektor yang terindikasi memiliki peningkatan kebutuhan pembiayaan, yaitu real estate, jasa perusahaan dan informasi serta komunikasi, terutama untuk mendukung aktivitas operasional, membayar kewajiban yang jatuh tempo dan aktivitas investasi.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Juli 2021 tumbuh di angka 0,55 persen yoy. Jika dibandingkan dengan akhir tahun kredit perbankan tumbuh sebesar 1,5 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini