Ini Perbedaan Asuransi Berjangka dan Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Bisnis.com,28 Sep 2021, 15:53 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
ilustrasi asuransi/thiksurance.com

Bisnis.com, JAKARTA – Bagian terpenting dari keuangan keluarga adalah asuransi. Namun, mungkin Anda masih belum yakin ingin menggunakan asuransi berjangka atau asuransi jiwa seumur hidup. Simak perbedaan keduanya!

Baik asuransi berjangka maupun asuransi jiwa seumur hidup masih menjadi perdebatan klasik. Akan tetapi, ada banyak perbedaan antara kedua jenis polis ini.

Asuransi berjangka merupakan asuransi yang melindungi untuk periode tertentu dengan biaya yang terjangkau dan melindungi keluarga Anda secara finansial jika Anda meninggal secara tidak terduga.

Seperti yang sudah disampaikan, asuransi berjangka adalah jenis asuransi jiwa yang menanggung risiko kematian dini.

Misalnya, jika Anda meninggal dunia sebelum akhir masa polis, perusahaan asuransi akan membayarkan santunan kematian yang setara dengan uang pertanggungan polis kepada calon Anda.

Dinamakan asuransi berjangka karena memiliki tanggal kedaluwarsa, tidak seperti polis asuransi jiwa seumur hidup. Jika Anda bertahan selama masa jabatan, kebijakan ini tidak akan memberi Anda manfaat apa pun.

Di sisi lain, asuransi jiwa seumur hidup memberikan manfaat kematian dan akumulasi tabungan, yang menjadikannya ideal untuk pertanggungan jangka panjang. Di mana individu membayar sejumlah kecil premi secara berkala kepada penyedia asuransi.

Misalnya, jika keluarga Anda bergantung pada Anda secara finansial, Anda harus berinvestasi dalam asuransi jiwa sesegera mungkin.

Asuransi jiwa seumur hidup bisa membantu mempersiapkan Anda secara finansial untuk hal-hal seperti dana kuliah, pensiun, atau tujuan jangka panjang lainnya.

Dilansir dari The News Minute, Selasa (28/9/2021), simak perbedaan asuransi berjangka dan asuransi jiwa seumur hidup, mulai dari manfaat, risiko, hingga premi.

  1. Keuntungan kematian

Jenis asuransi berjangka hanya menawarkan perlindungan jika terjadi kematian selama jangka waktu. Sementara asuransi jiwa seumur hidup menawarkan perlindungan terhadap kematian dan manfaat jatuh tempo

Manfaat yang diberikan oleh klaim kematian lebih tinggi untuk asuransi berjangka daripada untuk asuransi jiwa seumur hidup.

Kebanyakan orang yang menginginkan perlindungan jiwa juga menginginkan pertumbuhan investasi, sehingga mereka lebih memilih membeli asuransi jiwa.

Namun, tetap disarankan untuk memiliki setidaknya satu program berjangka karena menawarkan asuransi kematian dengan tarif yang sangat nominal.

  1. Cakupan risiko dan penghematan

Asuransi jiwa berjangka melindungi tanggungan Anda secara finansial jika Anda meninggal, tetapi tidak membayar dividen selama bertahun-tahun seperti yang dilakukan asuransi jiwa seumur hidup.

Dengan demikian, jika Anda tidak mampu membayar premi tinggi, Anda harus mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam rencana berjangka dan menikmati manfaat kematian yang terkait dengannya.

  1. Fleksibel

Dengan asuransi berjangka, jika Anda berhenti membayar premi untuk pertanggungan Anda, pertanggungan Anda akan berakhir.

Sedangkan si sisi lain, manfaat jatuh tempo dari polis asuransi jiwa umumnya dibayarkan jika tertanggung menyelesaikan jangka waktu polis, yaitu untuk sebagian besar polis yang berarti membayar semua premi.

Jika polis dihentikan atau diserahkan sebelum ini, maka tidak ada manfaat jatuh tempo yang diperoleh. Meskipun Anda mungkin masih menerima premi yang telah Anda bayarkan untuk polis, asuransi juga dikenakan potongan tertentu.

  1. Premi

Untuk mendapatkan cakupan yang lebih tinggi di bawah polis asuransi jiwa, Anda harus membayar premi yang lebih tinggi. Pasalnya, sebagian besar pembeli asuransi gagal mendapatkan pertanggungan yang memadai karena premi yang tinggi.

Polis asuransi jiwa umumnya menawarkan pengembalian rendah, antara 5 hingga 7 persen, yang dapat dikenakan pemotongan lebih lanjut jika Anda memilih untuk menyerahkan polis.

Namun, asuransi berjangka jauh lebih terjangkau dan memberikan cakupan yang lebih tinggi dengan biaya minimal. Siapa pun yang tidak mendapatkan penghasilan tetap harus mengikuti jenis asuransi berjangka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Novita Sari Simamora
Terkini