Kejar Cuan Perdana, Modalku Tetap Fokus ke Pembiayaan Pengusaha Online

Bisnis.com,28 Sep 2021, 23:24 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Reynold Wijaya (CEO & Co-Founder Modalku) dan Iwan Kurniawan (COO & Co-Founder Modalku)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku), salah satu jajaran elit pemain fintech peer-to-peer (P2P) lending di klaster produktif, mengaku fokus mengandalkan lini bisnis akses pembiayaan untuk pengusaha online.

Co-Founder & CEO Modalku sekaligus Ketua Klaster Produktif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Reynold Wijaya menjelaskan bahwa strategi ini sebenarnya telah menjadi fokus dalam beberapa tahun terakhir, dan justru terus bertumbuh di era pandemi Covid-19.

"Pada masa pandemi, kami melihat potensi pengusaha online terus berkembang karena masyarakat turut beradaptasi melakukan berbagai transaksi secara online," jelasnya, Selasa (28/9/2021).

Kolaborasi pun merupakan keniscayaan, baik dengan situs dagang elektronik (e-commerce), maupun platform digital lain di sektor jasa, kesehatan, dan perdagangan yang notabene juga diramaikan oleh pengusaha online demi menjangkau lebih banyak UMKM dalam ekosistem tersebut.

"Menjadi platform yang sehat dan mengarah ke profit tentunya sudah menjadi bagian dari strategi kami. Dalam implementasinya, Modalku terus mengembangkan produk yang bisa memenuhi kebutuhan UMKM sesuai dengan karakteristik masing-masing dari mereka," tambahnya.

Sebagai gambaran, terkhusus platform Modalku Indonesia, akumulasi pinjaman telah mencapai Rp4,66 triliun dengan kontribusi Rp780,4 miliar di sepanjang 2021 dan sisa outstanding Rp153,09 miliar.

Platform yang memiliki produk bayar tunda (paylater) buat pebisnis, dana tunai buat pebisnis, dan invoice financing buat pebisnis ini sempat mencatat bahwa transaksi pinjaman tersalurkan ke peminjam (borrower) didominasi mereka yang bergelut sebagai pengusaha online, sekitar 80 persen.

Adapun, dari sisi penggunaan, lebih dari separuh borrower pengusaha online ini mengaku memanfaatkan produk-produk pinjaman Modalku untuk membeli bahan baku. Sisanya, untuk biaya operasional usaha, membeli perlengkapan penunjang produktivitas, atau untuk membayar sewa tempat usaha baru.

"Melihat potensi UMKM di Indonesia masih belum banyak terjangkau akses pendanaan, serta adanya kebutuhan nasional terhadap solusi kredit, artinya industri pendanaan digital bagi UMKM masih bisa berkembang. Ekspansi layanan pun terbuka, antara lain dilakukan dengan berlomba menghadirkan produk yang dirancang khusus untuk kebutuhan mereka [UMKM pengusaha online]," ujarnya.

Selain itu, Reynold mengungkap bahwa setiap platform pun memiliki strategi memperbesar kapasitasnya dengan terus meningkatkan pelayanan buat sisi pemberi pinjaman, bukan hanya memperbaiki layanan di sisi borrower saja.

Tak terkecuali Modalku yang baru saja merilis inovasi bertajuk Pinjaman Terproteksi. Produk ini diharapkan bisa menarik lebih banyak masyarakat untuk berani menjadi lender, mendanai UMKM di platform Modalku karena tingkat risiko yang lebih aman, namun dengan bunga yang kompetitif.

Sekadar informasi, fintech P2P lending klaster produktif berperan sebagai perantara, mempertemukan lender yang berniat menyalurkan sejumlah dana kepada borrower UMKM yang notabene underserved atau unbankable, atau belum layak menerima kredit dari lembaga keuangan konvensional.

Borrower bisa memanfaatkan pinjaman yang diterima untuk kegiatan usaha, sementara lender mendapat imbalan berupa bunga atau bagi hasil. Adapun, platform memperoleh pendapatan dari manajemen fee atau biaya layanan di setiap penyaluran pinjaman.

Modalku saat ini juga telah beroperasi di Singapura, Malaysia, dan Thailand dengan nama Funding Societies. Secara total, kinerja platform Modalku Indonesia telah berhasil menyalurkan pinjaman usaha mencapai Rp26,02 triliun per Agustus 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farid Firdaus
Terkini