Reliance Group Siap jadi Pembeli Siaga Rights Issue Bank Banten (BEKS)

Bisnis.com,08 Okt 2021, 09:12 WIB
Penulis: Annisa Sulistyo Rini
Gedung Bank Banten/bankbanten.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Reliance Group menyatakan keseriusan untuk mendukung PT Bank Banten Tbk. (BEKS), salah satunya menjadi pembeli siaga (standby buyer) rights issue PUT VII perseroan.

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin menyatakan hal tersebut ketika dikonfirmasi Bisnis terkait informasi tersebut pada Jumat (8/10/2021).

"Dapat saya konfirmasi ya. Konsorsium Reliance sangat serius untuk mendukung rencana bisnis Bank Banten," katanya.

Sebagaimana diketahui, Bank Banten saat ini sedang bersiap untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 23,39 miliar saham baru seri C dengan nominal Rp50 per saham.

Perseroan telah menetapkan harga pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas (PUT) VII atau rights issue sebesar Rp77 per saham. Dengan harga pelaksanaan tersebut, total dana yang berpotensi diraih dari hasil rights issue mencapai Rp1,8 triliun.

Dana yang diraih pada PUT VII ini akan digunakan untuk melakukan akselerasi bisnis BEKS. Seluruh dana itupun akan digunakan untuk ekspansi bisnis perseroan, khususnya untuk penyaluran kredit sekitar 65 persen serta penguatan struktur keuangan perseroan sekitar 35 persen.

Agus melanjutkan dukungan Reliance kepada BEKS tidak hanya dalam PUT VII, tetapi juga dalam jangka panjang. "Bukan cuma PUT VII saja, tetapi terus berkesinambungan," tambahnya.

Sebagai informasi, saat ini pemegang saham BEKS terdiri dari PT Banten Global Development (BGD) sebesar 78,21 persen dan masyarakat sebesar 21,79 persen. Dalam perkembangan terakhir, BGD siap melepas kepemilikan sahamnya seiring dengan peralihan BEKS menjadi BUMD.

Dengan demikian, Pemerintah Provinsi Banten akan langsung menjadi pemegang saham penuh dan tidak lagi melalui BGD.

Dalam wawancara dengan Bisnis pada Rabu (6/10/2021), Agus menyatakan saat ini proses tersebut terus berjalan. Usai RUPS BGD menyetujui pelepasan saham BEKS, harus ditindaklanjuti dengan penerbitan peraturan daerah.

"Tahun ini bisa dilakukan sidang dan terbit perda. Saya melihat DPRD sangat antusias untuk menerbitkan perda terkait pengalihan Bank Banten langsung ke Pemprov," katanya.

Selain itu, Gubernur Banten juga disebutkan terbuka untuk investor baru asalkan Bank Banten bisa maju. "Mungkin nanti ada kesepakatan di antara pemegang saham, misalnya pemegang saham pengendali tetap pemprov," jelas Agus.

Adapun, dikutip dari situs resminya, Reliance merupakan perusahaan yang bergerak di sektor investasi dan finansial serta berdiri pada 2003. Perusahaan yang berada di bawah Reliance Group antara lain Reliance Manajer Investasi, Reliance Sekuritas Indonesia, Reliance Life, Reliance Insurance, Reliance Finance, dan Reliance Modal Ventura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini