Tren SBDK Turun, Simak Strategi Penyaluran Kredit Bank Sulselbar

Bisnis.com,09 Okt 2021, 10:30 WIB
Penulis: Khadijah Shahnaz
Kantor Bank Sulselbar/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, atau Bank Sulselbar mengalami tren penurunan suku bunga dasar kredit rupiah (SBDK) atau prime lending rate.

Direktur Utama Bank Sulselbar Amri Mauraga mengatakan tren SBDK di Bank Sulselbar pada bulan September 2021 secara tahunan (year-on-year/yoy) mengalami penurunan sebesar 0,88 persen sampai dengan 1,04 persen dengan rincian SBDK untuk segmen kredit korporasi sebesar 7,05 persen, sedangkan untuk kredit ritel sebesar 6,98 persen, kredit Mikro sebesar 6,93 persen, kredit KPR sebesar 7,01 persen, dan kredit konsumtif non KPR sebesar 9,29 persen.

Amri pun menjelaskan naik dan turunnya SBDK di Bank Sulselbar salah satunya dipengaruhi oleh biaya dana yang mengacu pada suku bunga acuan/BI 7 Days Reverse Repo (BI7DRR) yang saat ini berada pada level yang tergolong cukup rendah sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

"Kedepan SBDK masih memungkinkan untuk mengalami penurunan seiring dengan arah kebijakan suku bunga acuan dari regulator ke depan." ujar Amri kepada Bisnis, Sabtu (9/10/2021)

Adapun, Bank Sulselbar mempunyai 7 strategi dalam menyalurkan kredit sampai dengan akhir tahun. Pertama, bank Sulselbar telah melakukan kebijakan penurunan suku bunga kredit baik kredit produktif maupun kredit konsumtif. Kedua, meningkatkan penyaluran kredit ke segmen UMKM dengan menjalin Kerjasama pola Kemitraan dengan beberapa pihak.

"Ketiga, Bank Sulselbar telah memiliki sentra UMKM yang salah satu fungsi dan tujuannya adalah turut berperan serta dalam peningkatan capacity building dari para pelaku UMKM sehingga dapat meningkatkan baik dari segi kualitas maupun dari sisi produktivitasnya sehingga dapat meningkatkan daya saing UMKM" jelas Amri.

Keempat, Bank Sulselbar akan membentuk lima Kantor Cabang Khusus untuk UMKM. Kelima, bank Sulselbar bersama dengan OJK dan TPAKD (tim percepatan akses keuangan daerah) telah melakukan mapping atau klasterisasi sampai dengan tingkat kabupaten, untuk memudahkan perbankan dalam hal pemenuhan kebutuhan permodalan bagi para pelaku UMKM.

Keenam, Bank Sulselbar juga akan bekerjasama dengan lembaga jasa keuangan berbasis teknologi (Tekfin) untuk percepatan penyaluran kredit kepada para pelaku UMKM.

Terahkir, mengembangan aplikasi digital lending untuk memudahkan akses para calon nasabah untuk mendapatkan fasilitas kredit/pembiayaan yang dimiliki oleh Bank Sulselbar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hadijah Alaydrus
Terkini