Ditanya BEI soal Beli Gedung dari Rights Issue, Begini Jawaban Bank Nobu (NOBU)

Bisnis.com,13 Okt 2021, 15:00 WIB
Penulis: Khadijah Shahnaz
Mobile Banking Bank Nobu/nobubank.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) menyampaikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dengan hasil dana pelaksanaan penerbitan saham baru atau rights issue.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada Selasa (12/10/2021) Bank Nobu memperkirakan rasio pelaksanaan PMTHMETD adalah 27:1. Bank milik Lippo Group ini pun akan menerbitkan maksimal 500 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Jumlah saham itu, setara 10,13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Penggunaan dana hasil PMHMETD tersebut akan digunakan perseroan untuk membeli aset GPMK berupa seluruh Gedung A Universitas Pelita Harapan di Jl. MH Thamrin No. 1 Lippo Karawaci, Tangerang, Banten dengan nilai sebesar Rp132 miliar, sebagian ruang dalam Gedung Gajah Mada Tower Lantai G, 1 dan 2 di Jl. Gajah Mada No. 25-26, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat dengan nilai sebesar Rp61 miliar, dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Sebelumnya, pada RUPSLB Bank Nobu diberikan persetujuan untuk membeli aset GPMK berupa seluruh Gedung A Universitas Pelita Harapan di Jl. MH Thamrin No. 1 Lippo Karawaci, Tangerang, Banten dengan senilai Rp132 miliar.

Direksi Bank Nobu pun menyampaikan dampak dari rights issue ini dapat membuat perseroan melakukan pengembangan usaha secara lebih terintegrasi dan meningkatkan kualitas koordinasi antar unit-unit kerja.

"Sehingga perseroan dapat menyediakan produk dan layanan yang semakin berkualitas bagi nasabah dan masyarakat secara inklusif, terutama produk dan layanan berbasis digital. Baik bagi segmen ritel maupun bagi segmen usaha mikro kecil dan menengah serta korporasi," ujar Direksi dalam keterbukaan BEI.

Bank Nobu pun mengatakan sebagai bank yang memiliki visi untuk menjadi bank berstandar global, maka perseroan senantiasa menjadi relevan dengan perkembangan jaman, khususnya terkait kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan berbasis digital.

NOBU pun telah menyusun rencana bisnis yang di dalamnya tertuang rencana pengembangan bisnis dan teknologi informasi yang mendikung roadmap pengempangan produk dan layanan digital, salah satunya dengan pembelian aset berupa gedung.

Perseroan juga menyampaikan dengan membeli gedung tersebut Bank Nobu akan memiliki kantor pusat yang lebih representatif dalam membangun citra perbankan digital.

Bank Nobu pun menilai dengan adanya kantor fisik akan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa perseroan memiliki komitmen yang tinggi dalam menjaga eksistensinya dalam jangka panjang.

"Selain itu dampak pelaksanaan PMTHMETD terhadap kinerja keuangan adalah perseroan memiliki struktur permodalan yang lebih kuat dalam menopang pengembangan usaha ke depan, di mana rasio kecukupan modal meningkat dari 19,40 persen menjadi 21,93 persen," jelas direksi.

Bank Nobu pun mengatakan pembelian gedung ini telah masuk dalam rencana bisnis perseroan pada 2021- 2023 yang telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah dicatat oleh OJK.

Adapun PT Grahaputra Mandirikharisma menjadi pembeli siaga dalam right issue Bank Nobu yang rencananya dilaksanakan pada akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini