Akselerasi Penyaluran Kredit Dorong Kenaikan Uang Beredar pada September 2021

Bisnis.com,25 Okt 2021, 12:30 WIB
Penulis: Maria Elena
Karyawan menghitung mata uang rupiah di salah satu cabang MNC Bank, Jakarta. Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat sebesar 8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2021.

Peningkatan uang beredar pada periode tersebut dipengaruhi oleh akselerasi penyaluran kredit perbankan.

“Penyaluran kredit tercatat tumbuh 2 persen yoy, meningkat dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya sebesar 1 persen yoy,” tulis BI dalam Laporan Analisis Uang Beredar, Senin (25/10/2021).

BI menyebut, peningkatan penyaluran kredit perbankan sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit produktif maupun konsumtif.

Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat menjadi faktor penahan laju akselerasi M2.

Aktiva luar negeri bersih tercatat tumbuh 5 persen pada September 2021, melambat dibandingkan dengan posisi pada Agustus 2021 sebesar 6 persen.

Kondisi ini disebabkan oleh perlambatan tagihan sistem moneter kepada bukan penduduk, terutama berupa simpanan.

Sejalan dengan itu, kewajiban kepada bukan penduduk, berupa simpanan, mengalami peningkatan.

Sementara itu, tagihan bersih kepada pemerintah pusat melambat, dari 21,1 persen yoy pada Agustus 2021 menjadi 16,1 persen pada September 2021.

“Perlambatan disebabkan oleh peningkatan kewajiban sistem moneter kepada pemerintah pusat berupa simpanan dalam valas,” jelas BI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hadijah Alaydrus
Terkini