Sri Mulyani Beberkan Pendorong Ekonomi Syariah Tumbuh Pesat Pasca Pandemi

Bisnis.com,26 Okt 2021, 11:30 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Perekonomian syariah dinilai menjadi perhatian global di tengah pandemi Covid-19 karena nilai-nilai yang dianutnya. Ekonomi syariah pun dinilai dapat tumbuh dengan cepat pasca pandemi.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam webinar International Islamic Monetary Economics and Finance Conference, Selasa (26/10/2021). Menurutnya, seluruh dunia terus berupaya mencari mekanisme untuk dapat pulih dengan cepat dari dampak Covid-19.

Sri Mulyani menilai bahwa ekonomi syariah dapat pulih dengan baik pasca pandemi karena sejumlah faktor, mulai dari potensi besar masyarakat muslim global hingga nilai-nilai dalam Islam yang membuat praktik ekonomi syariah berjalan dengan relatif adil. Setidaknya ada empat faktor utama menurutnya.

"Ekonomi Islam menjadi sangat menarik di kancah global karena empat faktor. Pertama adalah demografi populasi muslim global, relatif muda dan terus tumbuh [jumlahnya] sebagai salah satu faktor paling penting," ujar Sri Mulyani pada Selasa (26/10/2021).

Kedua adalah berkembangnya teknologi digital yang memungkinkan perekonomian berjalan meski terdapat kendala pembatasan aktivitas fisik. Ketiga, berkembangnya industri halal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi di berbagai negara.

Di Indonesia, industri halal pun menjadi agenda nasional yang terus didorong. Pengembangan rantai pasok halal di sektor riil dan penciptaan destinasi wisata halal merupakan agenda yang sedang berjalan saat ini.

"Keempat, isu keberlanjutan yang sangat sesuai dengan nilai islam. Keempat faktor ini menjadi fundamental paling penting untuk ekonomi, yang berbasis Islam, untuk bisa tumbuh," ujarnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menilai bahwa meski memiliki potensi besar, ekonomi syariah memiliki tantangan untuk bisa menarik seluruh kalangan investor, bukan hanya muslim, agar dapat berinvestasi. Negara-negara berpenduduk muslim, termasuk Indonesia, harus mampu menciptakan solusi atas tantangan itu.

"Pertanyaannya, bagaimana memastikan ini [ekonomi syariah] bisa sesuai dan menciptakan solusi dengan inovasi instrumennya bagi semua pihak untuk bisa berkontribusi di instrumen syariah sebagai solusi pembiayaan," ujar Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Azizah Nur Alfi
Terkini