BRI Proyeksi Kredit Tumbuh 8 Persen pada 2022. Begini Strateginya

Bisnis.com,28 Okt 2021, 06:06 WIB
Penulis: Khadijah Shahnaz
Gedung BRI/bri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menargetkan pertumbuhan kredit mencapai sebesar 8 persen pada 2022.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan penyaluran kredit BRI pada akhir September 2021 sebesar Rp1.026 triliun atau tumbuh 9,74 persen secara tahunan (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional sebesar 2,21 persen. 

Sunarso mengungkapkan, salah satu faktor utama penopang pertumbuhan kredit konsolidasian BRI yakni penyaluran kredit segmen UMKM yang tumbuh 12,50 persen yoy atau mencapai Rp848 triliun pada akhir September 2021.

Capaian tersebut membuat proporsi kredit UMKM dibanding total kredit BRI meningkat dari semula 80,65 persen pada akhir September 2020 menjadi 82,67 persen pada akhir September 2021.

“Peningkatan penyaluran kredit UMKM yang sangat signifikan pada kuartal III/2021 tidak terlepas dari pembentukan sinergi holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM, disamping pemulihan kondisi ekonomi akibat kian melandainya pandemi,” jelas Sunarso dalam konferensi pers Laporan Keuangan Kuartal III di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Sunarso merincikan penyaluran kredit per segmen, yakni pada kredit mikro BRI tercatat Rp464,66 triliun, kredit konsumer sebesar Rp147,16 triliun, kredit kecil dan menengah Rp236,77 triliun dan kredit korporasi Rp177,83 triliun. 

Lebih lanjut, BRI menargetkan pertumbuhan kredit pada 2022 berada di kisaran 8 persen. Target ini lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun ini yang berada di kisaran 6 sampai 7 persen.

"Dengan adanya pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak tahun lalu, kami berupaya untuk menyesuaikan strategi pertumbuhannya dengan kondisinya yang ada. Sehingga di tahun depan, kami akan lebih menyasar pada segmen yang selama ini belum disentuh oleh perbankan," ujar Sunarso. 

Sunarso mengatakan BRI mempunyai dua sumber pertumbuhan dalam penyaluran kredit. Pertama, untuk nasabah yang sudah ada atau eksisting. Mereka akan dibina agar dapar naik kelas dan menjadikan nasabah tersebut menjadi potensial untuk penyaluran kredit.

Kedua, BRI akan mengoptimalkan Holding Ultra Mikro untuk menjamah peluang yang tidak tersentuh perbankan.

"Kita ke bawah, ultra mikro yang infrastrukturnya sudah kita siapkan melalui holding, maka kita tidak omong kosong dan tidak ngecap karena infrastruktur sudah disiapkan termasuk corporate action untuk go smaller, untuk jangkau pasar di bawah mikro," jelas Sunarso.

Dengan adanya Holding Ultra Mikro, PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi anak usaha dan membentuk ekosistem ultra mikro. 

Ekosistem ini yang nantinya akan dimanfaatkan oleh BRI untuk menjangkau segmen yang lebih kecil atau dibawah rada perbankan. 

Sunarso menambahkan untuk segmen ultra mikro, penyaluran kredit memiliki beberapa perbedaan. Untuk segmen ultra mikro, penyaluran kredit yang dibutuhkan memiliki ciri yang berbeda dengan segmen lainnya. 

BRI juga akan membantu mendigitalkan penyaluran kredit, sehingga akan memberikan kemudahan. Langkah itu untuk melayani kebutuhan masyarakat terhadap pinjaman cepat. 

"Kalau itu kita digitalkan, akan lebih murah, tidak mahal dan lebih cepat karena yang dibutuhkan pagi pinjam untuk belanja," tutup Sunarso.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Azizah Nur Alfi
Terkini