Crowdo Targetkan Pembiayaan Rp300 Miliar bagi Pelaku Usaha Wanita

Bisnis.com,29 Okt 2021, 19:27 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Ilustrasi teknologi finansial/Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelenggara teknologi finansial P2P lending klaster produktif sekaligus platform solusi bisnis UMKM besutan PT Mediator Komunitas Indonesia meluncurkan produk pendanaan untuk para pengusaha wanita.

Daniel Silalahi, Chief Commercial Officer Crowdo Indonesia menjelaskan bahwa produk khusus ini merupakan salah satu komitmen membawa platform sebagai pemain fintech P2P lending yang memiliki nilai lebih dari sekadar platform pinjam-meminjam.

"Kami ingin ikut berperan menumbuhkan pengusaha wanita di Indonesia. Terutama yang tengah berjuang dan butuh permodalan untuk mengembangkan bisnis, ikut menambah lapangan pekerjaan, dan memperkuat kepatuhan ESG [Environmental, Social, and Governance] dari usahanya," ujarnya dalam diskusi bersama media di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2021).

Pasalnya, Crowdo melihat pengusaha perempuan Indonesia menyumbang kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian secara nasional, namun masih kurang tersentuh dari sisi pendanaan dan solusi digital untuk mengembangkan usaha.

Oleh sebab itu, penyaluran dana tersebut juga akan diberikan kepada sektor usaha yang memproduksi produk dengan kategori wanita, dan juga kepada karyawan perempuan yang memiliki usaha sampingan.

Untuk memperlancar distribusi ini, Crowdo akan memberikan berbagai informasi dan edukasi yang dibutuhkan dan mudah diakses oleh target tersebut. Hal ini merupakan bentuk upaya Crowdo agar semua informasi tentang layanan Women Impact Fund ini dapat terserap dengan baik dan tidak menjadi kendala di kemudian hari. 

Daniel mengungkap bahwa pihaknya akan mulai menjaring 50 pelaku usaha wanita yang usahanya memenuhi syarat pembiayaan Crowdo pada akhir tahun. Sementara target penyaluran Women Impact Fund diharapkan mencapai Rp300 miliar dalam setahun.

Secara spesifik, Crowdo menargetkan pengusaha wanita yang berasal dari wilayah demografis yang masih belum tersentuh oleh institusi keuangan khususnya pendanaan.

"Kami berharap dapat berkolaborasi dengan berbagai kelompok dampak sosial, asosiasi industri, asosiasi pengusaha wanita untuk dapat bekerja sama untuk memberikan dampak yang lebih luas dan kami menyambut semua jenis kemitraan di sektor sosial, swasta dan publik yang dapat berbagi tujuan yang sama," tambahnya.

Sekadar informasi, platform yang menargetkan penyaluran pinjaman di kisaran Rp1 triliun sejak berdiri di akhir 2021 ini bukan pertama kalinya melakukan upaya nilai tambah sebuah platform fintech P2P lending.

Crowdo telah memperkuat posisinya sebagai platform manajemen transaksi bisnis yang bisa digunakan pelaku usaha untuk mendorong transformasi digital para pengguna.

Mulai dari mengirim dan menerima invoice/PO secara digital, menerima pembayaran, sampai mengatur supplier dan customer. Terbaru, Crowdo juga meluncurkan fitur yang mendukung digitalisasi supply chain management.

"Pada dasarnya kami membuat solusi ini buat para peminjam, tapi semua pelaku usaha bisa ikut menggunakan fitur ini. Harapannya, pelaku usaha Indonesia bisa keluar dari proses manual dalam segala transaksi usaha dan lebih profesional lewat digitalisasi bisnis," ungkap Daniel.

Terakhir, Crowdo yakin bahwa industri fintech dapat terus mengambil andil dalam peningkatan perekonomian di Indonesia, walaupun saat ini paradigma masyarakat mengenai fintech sedang tercoreng karena adanya oknum yang menjalani bisnis pinjaman online (pinjol) secara ilegal yang merugikan masyarakat.

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih cermat dan bijak dalam memilih partner fintech untuk membantu usahanya, salah satunya dengan memilih platform-platform terpercaya yang terus mendorong nilai tambah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Azizah Nur Alfi
Terkini