Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp19,2 Triliun Pada Kuartal III/2021

Bisnis.com,29 Okt 2021, 19:24 WIB
Penulis: Thomas Mola
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi beserta jajaran direksi Bank Mandiri lainnya saat paparan kinerja Bank Mandiri triwulan III-2021 di Jakarta, Kamis (28/10).

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Mandiri mencatatkan laba bersih sebesar Rp 19,23 triliun pada kuartal III/2021, tumbuh 37,1 persen secara tahunan. Laba Bank Mandiri itu ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi yang selaras dengan membaiknya ekonomi nasional.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan capaian kinerja Bank Mandiri selaras dengan pemulihan kondisi perekonomian secara nasional serta terus menurunnya kasus positif Covid-19 menyusul penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan masifnya program vaksinasi ke seluruh pelosok Indonesia.

“Kami mengapresiasi konsistensi pemerintah dalam mendorong percepatan vaksinasi dan penanggulangan pandemi Covid-19. Termasuk, upaya pemerintah dan regulator melalui rangkaian kebijakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menggairahkan roda perekonomian di dalam negeri,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (29/10/2021).

Tercatat, hingga kuartal III/2021, laju kredit Bank Mandiri secara konsolidasi tumbuh positif sebesar 16,93 persen (year on year/yoy) menjadi Rp1.021,6 triliun yang juga diimbangi dengan CASA Ratio Bank Mandiri (bank only) yang meningkat sebesar 7,15 persen yakni pada level 74,57 persen.

Segmen wholesale masih menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan kredit dengan peningkatan mencapai 7,93 persen menjadi sebesar Rp533 triliun yang didorong oleh kinerja commercial banking dan corporate banking.

"Sejalan dengan upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan Pemerintah. Bank Mandiri berkomitmen untuk bersama-sama mendorong kebangkitan ekonomi di sektor-sektor potensial pada masing-masing wilayah termasuk UMKM," tambahnya.

Darmawan Junaidi menjelaskan hingga dengan September 2021, kredit UMKM Bank Mandiri juga mengalami peningkatan signifikan yakni 20,3 secara tahunan dengan nominal menembus Rp100,1 triliun.

Pertumbuhan pada sisi kredit UMKM, juga didukung oleh upaya pemerintah dan regulator lewat optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Realisasi KUR Bank Mandiri dalam 9 bulan pertama 2021 telah mencapai Rp28,46 triliun kepada lebih dari 291.000-an debitur.

Selaras dengan arahan pemerintah, katanya, penyaluran KUR disalurkan ke sektor produktif seperti pertanian, perburuan & perikanan sebesar Rp8,69 triliun serta industri pengolahan dan pertambangan senilai Rp2,3 triliun.

Laju pertumbuhan kredit juga diimbangi dengan kualitas kredit yang terjaga. Per 30 September 2021, posisi non performing loan (NPL) gross Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil menurun 37 basis poin (bps) ke level 2,96 persen.

Meski NPL relatif menurun, perseroan tetap terus melakukan peningkatan rasio pencadangan atau coverage ratio sebesar 2.486 bps secara tahunan menjadi 230,01 persen.

"Untuk mengantisipasi penurunan kualitas kredit, kami menjaga pembentukan pencadangan untuk memastikan relevansi kualitas kredit. Per September 2021 (YTD), Bank Mandiri telah membukukan biaya CKPN secara konsolidasi sebesar Rp16,4 triliun dengan rasio NPL coverage berada di level yang memadai," tambahnya.

Pada sisi likuiditas, Bank Mandiri juga mampu meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) dari sebesar Rp1.024 triliun pada September 2020 menjadi Rp1.214 triliun pada September 2021. DPK itu tumbuh 18,5 persen secara tahunan.

Darmawan menjelaskan pertumbuhan DPK disumbang dari sisi dana murah atau current account and saving account (CASA) yang turut berkontribusi menjaga cost of fund (YTD) Bank Mandiri (bank only) pada level 1,62 persen.

Pertumbuhan CASA dan penyaluran kredit yang positif sampai dengan tahun berjalan 30 September 2021 menghasilkan peningkatan aset perseroan secara konsolidasi yang mencapai Rp 1.637,95 triliun, meningkat 16,44 persen.

“Pencapaian kinerja positif Bank Mandiri pada kuartal III/2021 menunjukkan bahwa geliat pertumbuhan mulai terjadi. Kami tentunya secara berkala akan memantau kondisi perekonomian, termasuk menggali potensi-potensi bisnis untuk menunjang pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Puput Ady Sukarno
Terkini