Usai Tetapkan Harga Rights Issue, Saham KB Bukopin (BBKP) Merah

Bisnis.com,12 Nov 2021, 13:45 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Logo KB Bukopin/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT KB Bukopin Tbk. (BBKP) masih berada dalam tren penurunan, terhitung sejak pengumuman harga pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue.

Pada sesi I perdagangan hari ini, Jumat (12/11/2021), saham BBKP terkoreksi sebesar 2,23 persen menuju ke level Rp350 per lembar saham. Sementara pada perdagangan kemarin, saham perseroan ditutup melemah 6,77 persen ke Rp358.

Berdasarkan data RTI, selama sepekan, saham BBKP sudah turun sebesar 18,60 persen. Kendati demikian, saham perseroan masih tumbuh 43,44 persen selama satu tahun.

Pelemahan saham BBKP tersebut terlihat sejak perseroan merilis harga pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas Keenam (PUT VI) melalui rights issue pada Selasa (9/11/2021).

Dalam aksi korporasi itu, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 35,21 miliar saham kelas B dengan nominal Rp100 per saham. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp220 per saham, dengan asumsi dana yang tercapai mencapai Rp7,04 triliun.

Manajemen perseroan menjelaskan HMETD akan dibagikan kepada para pemegang saham yang tercatat pada 18 November 2021. Setiap 200 juta saham lama perseroan akan memperoleh 215.554.239 HMETD.

Tanggal terakhir pelaksanaan rights issue adalah 26 November 2021, sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan sampai dengan tanggal tersebut tidak akan berlaku lagi.

Manajemen menyatakan seluruh dana hasil penawaran umum terbatas atau PUT VI akan digunakan secara bertahap untuk investasi dan ekspansi kredit.

Sekitar 16 persen dari aksi itu akan digunakan untuk investasi terkait dengan pengembangan teknologi informasi atau IT. Tujuannya untuk mengembangkan digital banking serta rebranding perseroan.

Adapun sekitar 84 persen akan digunakan untuk ekspansi kredit baru berkualitas baik, yang akan difokuskan pada segmen ritel dan link bisnis UKM, komersil, dan Indonesia-Korea business link.

Kookmin Bank, Co.,Ltd. selaku pemegang saham utama perseroan telah menyatakan bakal melaksanakan seluruh haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam penawaran umum terbatas (PUT) VI ini, dengan jumlah Rp4,71 triliun atau 23,59 miliar saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Novita Sari Simamora
Terkini