Cerita Generali Dulang Rekor Cuan Berkat Digitalisasi dan Robot Investasi

Bisnis.com,23 Nov 2021, 13:01 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Edy Tuhirman CEO Generali Indonesia/Krizia Putri Kinanti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mengungkap bahwa inovasi digital merupakan salah satu faktor penting untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan asuransi jiwa di era normal baru.

Edy Tuhirman, CEO Generali Indonesia mengungkap bahwa pihaknya telah membuktikan sendiri betapa signifikan inovasi digital dari sisi pre-sales, sales, maupun after sales, terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Hal ini terutama penting untuk mengambil momentum kesadaran masyarakat terkait proteksi jiwa dan kesehatan yang tengah meningkat akibat melihat kondisi pandemi Covid-19.

"Lewat beberapa inovasi digital yang kami usung, tahun kemarin profit kami pecah rekor, terbaik sejak kami lahir 13 tahun lalu. Risk based capital [RBC] kami pun tembus 475 persen," ujarnya dalam webinar Economic Outlook 2022, Senin (22/11/2021).

Ketika itu, Generali mencatatkan laba sebelum pajak konsolidasi termasuk unit usaha syariah sebesar Rp263,58 miliar atau naik mencapai 145 persen (year-on-year/yoy) dibanding periode sebelumnya, dan tercatat menjadi yang tertinggi sejak Generali beroperasi pada 2008.

Padahal, kondisi industri di era pandemi tengah mengalami tren kenaikan klaim meninggal dunia. Premi bruto pun sempat susut sebesar 7 persen (yoy) dari Rp143,7 triliun pada kuartal III/2019 menjadi Rp133,99 triliun pada kuartal III/2020. Terkini, kondisinya telah berbalik lagi ke Rp149,41 triliun pada kuartal III/2021.

Edy memaparkan beberapa inovasi digital dari sisi pre-sales, antara lain penyediaan infrastruktur digital untuk bisnis proses, mempersiapkan akses digital untuk kepentingan pemegang polis, sampai gawai khusus untuk para agen.

Sementara untuk sales dari kanal digital murni, Generali Indonesia memiliki platform direct bertajuk Alive dan asuransi syariah sekaligus wakaf yang bertajuk Akuberbagi.

"Jadi kalau sudah bisa high tech dan high touch, kanal bisa hybrid dan punya pilihan beragam untuk calon nasabah. Agen kami sudah bisa proses dengan digital, tapi kalau calon nasabah mau direct membeli langsung via online pun sudah bisa," tambahnya.

Adapun, dalam proses pelayanan terhadap para pemegang polis eksisting, sarana digital yang diusung antara lain akses terhadap telemedis dan pemesanan obat, serta sarana pendidikan untuk mengoptimalkan langkah preventif soal risiko kesehatan para nasabah.

Selain itu, di era keterbukaan lewat digitalisasi ini, Edy juga mengungkap perlunya mempersiapkan layanan untuk kepentingan pemegang polis, seperti akses informasi polis, akses pembayaran premi digital, dan akses transaksional berkaitan polis lainnya yang bisa berlangsung secara online.

Terakhir, salah satu inovasi digital yang juga berpengaruh buat Generali Indonesia, yaitu adanya teknologi robot untuk mengoptimalkan performa investasi buat perusahaan maupun buat para nasabah unit-link atau Paydi.

Pasalnya, Generali melihat beberapa penyebab banyaknya kesalahpahaman antara nasabah dan perusahaan asuransi jiwa terkait produk unit-link, disebabkan antara lain karena informasi dan pengetahuan nasabah yang terbatas, tidak ada waktu untuk monitor, dan kedisiplinan soal alokasi buy/hold tanpa unsur emosional.

"Unit-link itu tantangannya ternyata kebanyakan karena tidak banyak nasabah yang tahu soal alokasi aset. Kalau lagi naik jadi terlalu senang, kalau lagi turun jadi ketakutan. Jadi kami berupaya mengantisipasi hal-hal ini lewat inovasi digital, yaitu robot investasi. Nasabah seperti punya supir, tidak perlu repot menyetir sendiri. Ternyata, robot kami pun hasilnya menarik, di mana 90 persen nasabah yang ikut pertumbuhannya bisa di atas indeks [IHSG]," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Azizah Nur Alfi
Terkini