Bank Mandiri (BMRI) Optimisitis Penyaluran KUR 2021 Tembus Rp35 Triliun  

Bisnis.com,25 Nov 2021, 15:26 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Gedung Bank Mandiri/bankmandiri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) optimistis dapat menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sampai dengan akhir tahun ini sesuai dengan target, yakni Rp35 triliun. 

Sampai dengan Oktober 2021, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR senilai Rp31,75 triliun kepada lebih 324 juta debitur. Realisasi tersebut telah mencapai 90,37 persen dari total target penyaluran KUR perseroan pada tahun ini. 

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso mengatakan bahwa jika dirinci berdasarkan sektor usahanya, mayoritas KUR disalurkan ke sektor produksi dengan nilai menembus Rp18,55 triliun atau sekitar 58,42 persen dari total realisasi.

Dia juga menjelaskan Bank Mandiri akan secara aktif memfokuskan KUR ke sektor produksi untuk mendukung program pemerintah dalam membantu memulihkan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19 di sisa akhir 2021.

"Menurut pemantauan kami, sektor produksi masih memiliki potensi penyaluran KUR yang relatif besar. Selain itu, beberapa sektor turunannya juga memiliki prospek yang masih baik," ujar Josephus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/11/2021).

Penyaluran KUR sektor produksi Bank Mandiri saat ini masih didominasi oleh sektor pertanian dengan penyaluran Rp0,04 triliun atau 28,47 persen dari total penyaluran.

Menurut Josephus hal itu telah sejalan dengan upaya pemerintah, yang memang memprioritaskan sektor pertanian untuk menunjang ketahanan pangan di dalam negeri.

Sementara itu, sektor produksi lainnya, seperti jasa produksi dan industri pengolahan, juga masih mencatatkan potensi yang besar untuk tumbuh. Oleh sebab itu, perseroan akan menggenjot penyaluran KUR di dua bulan terakhir tahun ini.

Salah satu strategi yang sudah diterapkan perseroan yakni dengan mengoptimalkan aplikasi Mandiri Pintar untuk mempercepat proses penyaluran kredit.

Tidak cuma itu, Bank Mandiri turut memperluas skema-skema produk pembiayaan di sektor produksi untuk komoditas tertentu, terutama di sektor pertanian. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masa tanam sehingga pokok dan bunga dapat dibayarkan saat panen.

“Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik, kami optimis akan mampu mendorong penyaluran KUR lewat potensi yang ada, dan dapat mencapai target KUR yang diamanatkan oleh pemerintah,” kata Josephus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Azizah Nur Alfi
Terkini