Wapres Ma'ruf Amin Sebut Digitalisasi Ciptakan Peluang Industri Syariah

Bisnis.com,01 Des 2021, 20:43 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan pada acara Bedah Buku Darul Misaq: Indonesia Negara Kesepakatan, secara daring dari Jakarta, Senin (7/6/2021)./Antara/Asdep KIP Setwapres

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan transformasi digital perbankan saat ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia.

Wapres mengatakan bahwa di era transformasi digital, perubahan perlu dilakukan oleh para pelaku ekonomi dan keuangan syariah untuk lebih kompetitif.

“Oleh karena itu, digitalisasi yang terintegrasi dalam sebuah ekosistem perlu terus dikembangkan untuk menjaga keberlangsungan pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya dalam webinar, Rabu (1/12/2021).

Menurutnya, digitalisasi ekonomi akan menciptakan peluang besar bagi industri keuangan syariah. Hal itu dapat terwujud jika fenomena digitalisasi dapat memaksa pelaku ekonomi dan keuangan syariah untuk lebih kompetitif dalam menyediakan produk dan layanan terbaik.

Sebelumnya, dalam rapat pleno Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Ma'ruf Amin bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia.

Untuk mencapai tujuan itu, pemerintah menyiapkan empat program, yaitu pengembangan industri halal, pengembangan industri keuangan, dana sosial dan perluasan usaha syariah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa bank sentral telah menyiapkan langkah-langkah dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Salah satunya adalah pengembangan ekonomi syariah di kluster-kluster komunitas, masyarakat atau pondok pesantren yang terhubung dengan sektor industri. Dalam hal ini, BI akan fokus mengembangkan makanan halal dan busana muslim.

Selain itu, BI juga telah mengadakan pameran busana muslim untuk menampilkan produksi UMKM Indonesia. Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Azizah Nur Alfi
Terkini