Akulaku Finance Siap Jadi Ujung Tombak Kredit Ritel Bank Neo Commerce

Bisnis.com,08 Des 2021, 19:30 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Ilustrasi Akulaku Financial / istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan berbasis digital PT Akulaku Finance Indonesia (Akulaku Finance) menyambut kolaborasi dengan bank digital bagian Grup Akulaku (PT Akulaku Silvrr Indonesia).

Sekadar informasi, grup perusahaan teknologi yang memiliki platform dagang-el (e-commerce) dengan nama serupa dan fintech lending bernama Asetku (PT Pintar Inovasi Digital) ini juga baru saja meresmikan kepemilikan saham sebesar 24,98 persen di PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) alias BNC.

Adapun, BNC tengah berproses menjadi bank digital, terutama untuk memenuhi modal inti sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) senilai minimal Rp3 triliun sampai batas akhir 2022.

Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga menyatakan siap menjadi wadah penyalur likuiditas BNC di sektor kredit konsumtif, terutama lewat skema (BNPL/paylater).

"Nantinya kerja sama Akulaku Finance Indonesia dengan BNC terutama di funding atau pendanaan. Kami akan saling kolaborasi dan saling melengkapi. Harapannya berpengaruh juga ke jumlah nasabah," ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (8/12/2021).

Efrinal menjelaskan bahwa seiring pertumbuhan transaksi di e-commerce, paylater pun menjadi tren. Tak heran, hal ini turut membawa pemain paylater dan pembiayaan berbasis digital seperti Akulaku pun turut dilirik perbankan sebagai jembatan penyalur kredit.

Sepanjang 2021, Akulaku Finance sendiri tercatat 'memborong' fasilitas kredit dari berbagai bank. Mulai dari memperpanjang komitmen dengan PT Bank Jago Tbk. ditambah PT Bank Permata Tbk. kemudian PT Bank Amar Indonesia Tbk. sampai memperoleh sindikasi empat Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Menurut Efrinal, bank digital butuh platform paylater karena terbilang sulit untuk menyelenggarakan produk paylater sendiri, "Tenor pembiayaan paylater itu sangat pendek, nilainya juga kecil. Sehingga kurang menarik bagi perbankan."

Terlebih, menggandeng platform paylater justru membawa keuntungan buat perbankan. Antara lain, tak perlu susah-susah mengembangkan teknologi credit-scoring sendiri, serta membawa perbankan menjamah potensi segmen nasabah baru, yang notabene belum memiliki profil kredit kuat.

Pasalnya, pemain paylater notabene berani menjamah debitur berisiko tinggi, bukan hanya bermodal nekat, namun juga karena credit scoring yang digunakan meliputi indikator-indikator alternatif dan inivatif, serta erat kaitannya dengan pemanfaatan teknologi.

"Saya yakin ekosistem kami akan terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan e-commerce dan tren pembiayaan digital. Sinergi Akulaku Finance dan BNC pun akan terus berlanjut dan semakin harmonis, mengingat kami punya kesamaan visi untuk konsisten di ranah digital," tutupnya.

Sekadar informasi, platform yang namanya kerap terlihat di laman checkout pembayaran dalam transaksi e-commerce ini menyalurkan pembiayaan baru [booking] mencapai Rp5,03 triliun sejak awal tahun sampai kuartal III/2021 dengan akumulasi sejak berdiri mencapai Rp7,2 triliun.

Akulaku memproyeksi sepanjang kuartal IV/2021 ini mendapatkan tambahan booking baru sebesar Rp2,4-2,5 triliun, didorong festival belanja di marketplace dan mall, maraknya diskon akhir tahun, dan daya beli konsumen yang pulih seiring meredanya dampak pandemi Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Azizah Nur Alfi
Terkini