Penjualan Ritel secara Daring Tumbuhkan Bisnis Kurir Logistik

Bisnis.com
Oleh:
Bisnis/Paulus Tandi Bone Pelanggan mengirim barang melalui J&T di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (22/5/2018). J&T Express memperbarui tampilan visual dan sejumlah fitur pada aplikasi yang juga mengangkat fitur order dan pelacakan sebagai menu utama.

Bisnis.com, JAKARTA – Beralihnya penjualan barang ritel dari yang sebelumnya konvensional atau offline menjadi daring (online) akibat pandemi Covid-19 berdampak positif terhadap bisnis kurir logistik.

Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Sugi Purnoto mengatakan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman barang, terutama layanan last mile delivery terus mencatatkan pertumbuhan, bahkan hingga dua kali lipat.

“Kalau kita lihat, memang ada beberapa industri ritel yang konvensional atau offline menurun. Namun, industri ini ditopang oleh industri yang ada di dalam bisnis online, sehingga banyak sekali perusahaan kurir yang bergerak di bidang kurir industri logistik itu tumbuhnya ada yang sampai 100–150 persen dari sisi income, order, dan target,” katanya, Selasa (14/12/2021).

Menurut Sugi, hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun dunia ritel mengalami penurunan distribusi secara fisik atau konvensional, namun kehadiran para kurir logistik memudahkan bisnis secara daring yang akhirnya ikut menopang kelanjutan industri ritel.


“[Distribusi konvensional] itu telah diganti dengan pertumbuhan yang sangat signifikan dari segi pengiriman dunia online,” sebutnya.

Sementara itu, sebagai salah satu pemain di sektor jasa pengiriman barang, J&T Express terus mengalami peningkatan dari sisi permintaan pengiriman. Perusahaan bahkan memproyeksikan traffic pengiriman di tahun depan meningkat dua kali lipat.

CEO J&T Express Robin Lo menilai kinerja perusahaan selama setahun terakhir sudah cukup baik. Dia optimistis tren positif terus terjadi seiring dengan perkembangan e-commerce, dan digitalisasi di Indonesia.


“Kinerja J&T Express sepanjang 2021 cukup baik, dan kami proyeksikan di 2022 tetap mengalami peningkatan sekitar dua kali lipat,” ujarnya.

Robin mengaku, sepanjang 2021 perusahaan jasa kirim berskala global itu mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu dari sisi traffic pengiriman. Namun, dia tidak memerinci angka pastinya.

Namun sayangnya, dia menilai keterbatasan akses dan infrastruktur masih akan menjadi tantangan bisnis logistik di Tanah Air. Pasalnya, perusahaan masih kesulitan menjangkau daerah pedalaman Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini : logistik, jasa kurir

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor: Lili Sunardi