Patimban Resmi Dikelola oleh Swasta, Ini Harapan Pelaku Logistik

Bisnis.com,19 Des 2021, 12:54 WIB
Penulis: Anitana Widya Puspa
Pekerja melakukan bongkar muat sejumlah kendaraan bermotor ke dalam kapal MV Ostina saat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek kesiapan operasional Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/12/2020). /ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha logistik menaruh harapan agar pengembangan Pelabuhan Patimban dilakukan setelah adanya penyerahan pengelolaan aset oleh Kementerian Perhubungan kepada pihak swasta, yakni PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI).

Ketua DPW ALFI Jawa Barat M Nuh Nasution mengatakan, pengembangan Pelabuhan Patimban oleh swasta diharapkan bisa lebih optimal dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi, serta menekan biaya logistik nasional.

“Pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini sedang fokus membuat biaya logistik nasional bisa lebih efisien, sehingga komoditi nasional berdaya saing. Untuk itu, stakeholders Pelabuhan Patimban harus mendukung upaya tersebut,” ujarnya, dikutip Minggu (19/12/2021).

Menurutnya, Pelabuhan Patimban yang kini dikelola swasta dilakukan karena diperlukan kompetisi pelabuhan yang dikelola secara profesional.

“Kami perlu daya saing saat ini untuk industri secara nasional yang menyeluruh. Makanya kami sangat setuju jika Patimban dikelola swasta murni ketimbang BUMN, dengan harapan untuk menurunkan biaya logistik,” imbuhnya.

Hal senada dikemukakan, Wakil Ketua Umum DPP ALFI Trismawan Sanjaya. Menurutnya, secara umum infrastruktur Pelabuhan Patimban sudah baik, namun masih memerlukan akses jalan langsung ke pelabuhan tersebut, sehingga tidak lagi melalui Pantura untuk menghindari kemacetan.

“Kalau bicara Pelabuhan Patimban itu industri pendukungnya [Hinterland] ada di Jawa Barat dan sekitarnya. Hinterland ini juga yang selama ini merupakan kontribusi terbesar di Pelabuhan Tanjung Priok. Intinya, ke depan soal hinterland ini perlu ada kolaborasi karena berkaitan dengan pergeseran perilaku kegiatan logistik yang sebelumnya di Priok ke Patimban,” terangnya.

Pelabuhan Patimban sendiri merupakan pelabuhan utama dan merupakan salah satu proyek strategis nasional yang direncanakan untuk melayani kegiatan bongkar muat kendaraan dan peti kemas yang diselenggarakan oleh Kantor Kesyahbandaran, serta Otoritas Pelabuhan Kelas II Patimban sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 71/2021.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan secara resmi menyerahkan pengelolaan Terminal Kendaraan (Car Terminal) kepada PT Pelabuhan Patimban International (PPI), setelah sebelumnya dioperasikan sementara oleh Kemenhub melalui penugasan kepada PT Pelindo.

Penyerahan tersebut ditandai dengan acara Penandatanganan perjanjian pemanfaatan barang milik negara melalui Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI) Proyek KPBU Pelabuhan Patimban.

Penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha dan Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban Internasional, yang dilanjutkan dengan Berita Acara Serah Terima Aset KPBU Pelabuhan Patimban antara Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Patimban dengan Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban Internasional.

Kemudian dilakukan penandatanganan Berita Acara Tanggal Efektif KPBU antara Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban.

Serah terima aset itu merupakan tindak lanjut dari KPBU Pelabuhan Patimban antara Kementerian Perhubungan sebagai Penanggung Jawab Proyek dan PT Pelabuhan Patimban Internasional sebagai Badan Usaha Pelaksana yang telah ditandatangani pada Maret 2021 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Lili Sunardi
Terkini