Jelang Akhir 2021, BNI (BBNI) Raih Kesepakatan Sindikasi Rp20 Triliun

Bisnis.com,21 Des 2021, 20:00 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Gedung BNI/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. jelang akhir 2021 meraih beberapa kesepakatan sindikasi dengan porsi mencapai Rp20 triliun.

“BNI telah melakukan closing sejumlah new deals dengan total sekitar ekuivalen Rp57 triliun, di mana porsi BNI sendiri mencapai Rp20 triliun atau sekitar 35 persen,” ujar Sekretaris Perusahaan BNI, Mucharom ketika dihubungi Bisnis, Selasa (21/12/2021).

Dia mengatakan bahwa kredit sindikasi perseroan tumbuh positif pada tahun ini, seiring dengan optimisme perbaikan kinerja pelaku usaha korporasi swasta.

Menurutnya, bisnis sindikasi perseroan dapat tumbuh seiring dengan kondisi perekonomian nasional, yang membaik. Di samping itu, BNI adalah jawara pembiayaan sindikasi dengan berbagai fasilitas dan layanan berkualitas bagi nasabah top tier.

Mucharom menyampaikan bahwa sampai dengan kuartal III/2021, pembiayaan sindikasi BNI masih berjalan sesuai pipeline. Perseroan tercatat telah menyelesaikan beberapa kesepakatan sindikasi strategis, termasuk pembiayaan proyek Tol Cijago.

Dalam proyek tersebut, total nilai pembiayaan sindikasi mencapai Rp2,68 triliun. Sebagai lead arranger, emiten bersandi BBNI ini memiliki porsi Rp1,38 triliun.

Rudy, Pemimpin Divisi Bisnis Korporasi 3 BNI, menuturkan kesepakatan pembiayaan tersebut merupakan bukti komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis nasional.

Ruas Jalan Tol Cinere–Jagorawi merupakan salah satu infrastruktur penting yang akan mengurangi beban lalu lintas di Tol Lingkar Luar Jakarta menuju ke Bogor dan sekitarnya.

“Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang secara konsisten fokus untuk membangun berbagai infrastruktur di Indonesia guna meningkatkan daya saing atau competitiveness Indonesia dengan negara lain,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg per 20 Desember 2021, total pembiayaan oleh bank dan lembaga keuangan secara sindikasi mencapai US$18,18 miliar atau setara Rp254,45 triliun, dengan asumsi kurs Rp14.000 per dolar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini