Kereta Api Logistik Makassar-Pare Pare Beroperasi Tahun Depan

Bisnis.com
Oleh:
Antara/Kristian Ali Ilustrasi - Pembangunan rel kereta batu bara.

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan pembangunan jalur Kereta Api Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan akan rampung pada 2022 dan siap mengangkut kebutuhan logistik batu bara hingga semen. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Proyek transportasi berbasis rel tersebut diperkirakan dapat beroperasi pada pertengahan tahun tepatnya kuartal III atau IV tahun depan.

"Kita harapkan kuartal III atau kuartal IV akan selesai dan kita mulai mengoperasikan di tahun 2022 mendatang. Belum sampai Makassar tapi mungkin sudah sampai Maros," Kata Budi dalam Jumpa Pers Akhir Tahun di kantor Kemenhub, Selasa (21/12/2021).

Menurutnya, target tersebut seiring dengan perkembangan pembangunan jalur KA Makassar-Parepare yang saat ini sudah mencapai 80 persen, sehingga tinggal finalisasi dan membentuk konsorsium untuk pengelolaannya. Ke depan, Menhub menyebut KA Makassar-Parepare akan menjadi angkutan komoditas batubara dan semen.


“Untuk saat ini progresnya baru mencapai 80 persen hingga akhir tahun dan nantinya siap untuk mengangkut logistik dan semen,” ujarnya. 

Lebih lanjut terkait pembangunannya, dia menjelaskan ada dua yakni main line atau jalur utama yang dilakukan melalui pembiayaan APBN. Kemudian pembangunan jalur sideing ke arah pabrik Semen Tonasa dan ke Garongkong yang dibiayai dengan skema KPBU. 

"Jadi kita tinggal finalisasi, kita mau lihat lelang atau penunjukan, tapi ini nanti ada konsorsium, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan beberapa BUMN menjadi satu," imbuh Menhub.


Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri menambahkan, pembebasan lahan proyek pembangunan KA Makassar-Parepare ditargetkan selesai di awal 2022.

Adapun KA Makassar-Parepare ini akan mencakup kereta penumpang dan kereta barang, mengingat di sana memang banyak industri semen. Rencananya, kata dia, pertengahan 2022 jalur utama sudah mulai dioperasikan.

"Memang tahun depan kami perkirakan di bulan Mei-Juni bisa dioperasikan untuk di main line dan termasuk di jalur utama. Main line tinggal sekitar 60 kilometer dengan posisi sampai akhir tahun [progres pembangunan] 85 persen," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini : transportasi, kereta api, logistik

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor: Muhammad Khadafi