Daftar 10 Marketplace Asuransi Populer di Indonesia: Lifepal dan PasarPolis Masuk

Bisnis.com,05 Jan 2022, 16:00 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Ilustrasi asuransi/mhibroker.com

Bisnis.com, JAKARTA - Survei DSinnovative bertajuk Fintech Report 2021 'The Convergence of (Digital) Financial Services' mengungkap 10 platform marketplace asuransi yang dikenali oleh para responden. 

Secara umum, laporan ini menggambarkan bahwa dari total 1.500 responden yang dalam survei ini diuji pengetahuannya terkait berbagai jenis fintech, kesadaran terhadap platform marketplace asuransi terbilang kecil, hanya 28,8 persen dari total responden. 

Angka tersebut kalah jauh dari dompet digital, platform bayar tunda (paylater), P2P lending, dan marketplace investasi online. Namun, masih lebih baik ketimbang platform urun dana (crowdfunding) dan layanan transfer dana alias remittance. 

Berdasarkan responden yang mengenali dan memiliki pengetahuan terkait platform insurtech, nyatanya 55,3 persen justru lebih kenal ke platform-platform di kategori lain-lain (others). 

Tak heran, hal ini didorong banyaknya perusahaan asuransi yang biasanya sudah mengembangkan sendiri kanal digital miliknya. Selain itu, platform digital lain pun ramai-ramai mulai ikut menjadi agregator produk asuransi. Contohnya, GoSure milik Gojek, DANA Siaga milik DANA, dan OVO | Proteksi besutan OVO. 

Sementara dari awareness terhadap tiap platform, Lifepal (PT Lifepal Technologies Indonesia mengambil posisi pertama karena dikenali 39,9 persen responden. Lifepal tercatat sebagai penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD) klaster aggregator terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Posisi kedua ditempati PasarPolis (PT Pasarpolis Indonesia) dengan dikenali 35,1 persen responden. Pasarpolis sendiri tercatat sebagai platform penyelenggara IKD terdaftar di OJK klaster Insurance Hub. 

Selisih tipis di bawah PasarPolis, yaitu Cekpremi (34,6 persen), JAGADIRI (32,5 persen, Qoala (31,7 persen), RajaPremi (31,3 persen), dan AturDuit (30,5 persen). Lainnya, yaitu Futuready baru 21,7 persen, WE+ hanya 16,9 persen, dan terakhir FUSE yang baru dikenali 12,9 persen dari total responden. 

Kabar baik buat para pemain tergambar dari 1.435 orang yang berminat mencoba jenis fintech dalam waktu dekat, di mana sebanyak 10,7 persen di antaranya berminat mencoba layanan digital insurance. 

Laporan juga mencerminkan bahwa insurtech barangkali baru dikenali segelintir responden karena relevansi iklan dan keterlihatan iklan terkait baru mencapai awareness 4,1 persen responden. Jauh dibandingkan penetrasi iklan fintech di klaster lain. 

Terakhir, dari sisi medium paling berpengaruh terhadap minat mencoba produk fintech, paling dominan lewat sosial media yang menyentuh sebesar 60,3 persen responden. Lainnya, yaitu TV (20,3 persen), artikel di internet dan media online (11,1 persen), serta rekomendasi mulut ke mulut (3,3 persen). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini