Alokasi KUR Tahun 2022 Meningkat, Efektivas BRI dan BNI Diapresiasi

Bisnis.com,07 Jan 2022, 03:07 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Pegawai BNI sedang berbincang-bincang dengan debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR). /BNI

Bisnis.com, JAKARTA – Penyaluran kredit usaha rakat (KUR) yang digelontorkan oleh Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara dinilai cukup efektif.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan efektivitas penyaluran KUR oleh Himbara cukup baik karena sejalan dengan program pemerintah, serta strategi masing-masing bank.

“Rata-rata tumbuh cukup baik dan terutama BNI yang melakukan klaim tumbuh cukup signifikan, meskipun saya yakin domain utama sektor ini ada di BRI,” ujar Amin kepada Bisnis, Kamis (6/1/2022).

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sampai dengan akhir November 2021, tercatat telah menyalurkan KUR senilai Rp181,39 triliun kepada lebih dari 6 juta nasabah. Jumlah ini mencapai 93,02 persen dari target yang ditetapkan perseroan sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. membukukan penyaluran KUR sebanyak Rp23 triliun hingga kuartal III/2021, naik 50,9 persen year-on-year (yoy). Kredit bunga rendah ini diberikan kepada 227.000 UMKM di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, Amin menambahkan bahwa program BNI Xpora yang dimiliki oleh perseroan menjadi salah satu tepat dalam mengembangkan UMKM nasional untuk bisa memasarkan produknya di luar negeri.

“Karena secara umum, BNI diarahkan untuk fokus kepada pengembangan usaha bank itu sendiri di luar negeri dan semua upaya serta bisnis yang terkait dengan strategi besar tersebut, sehingga ini akan berkesinambungan dengan program-program pemerintah,” tuturnya.  

Baik BRI dan BNI telah menyatakan bahwa pada tahun ini keduanya akan memaksimalkan proses penyaluran alokasi KUR yang ditingkatkan oleh pemerintah menjadi Rp373,17 triliun.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan emiten bank bersandi BBRI ini telah merancang sejumlah strategi agar dapat memenuhi target penyaluran KUR dari pemerintah. Selain itu, perseroan dinilai memiliki kapasitas yang cukup untuk mencapai target tersebut.

Dia juga mengungkapkan bahwa dalam penyaluran kredit, BRI telah memiliki business process optimal dan sistem yang efisien. Hal ini diharapkan mampu mendukung upaya perseroan dalam penyaluran kredit di segmen Mikro, termasuk KUR.

Sementara itu, BNI telah menetapkan alokasi KUR pada 2022 mencapai Rp38 triliun, meningkat 22,7 persen dari alokasi tahun lalu, yang sebesar Rp30,95 triliun. 

"Kami cukup yakin untuk penyaluran KUR akan sesuai alokasi pemerintah. Terlebih, kami melihat permintaan dan kinerja KUR BNI yang sangat baik,” ujar Direktur Kelembagaan BNI, Sis Apik Wijayanto.

Sis Apik menuturkan bahwa alokasi KUR perseroan dimanfaatan untuk menjaga momentum pertumbuhan segmen UMKM, yang sedang mengalami kenaikan permintaan kredit.

BNI, lanjutnya, juga mengalokasikan KUR untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil di sektor komoditas, khususnya lada 8 klaster unggulan. Upaya ini seturut arahan pemerintah untuk membangun industri UMKM yang kuat melakui strategi klaster.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini