Ada Rencana Tender Offer Rp10,96 Triliun, Begini Kinerja BFI Finance (BFIN)

Bisnis.com,20 Jan 2022, 10:23 WIB
Penulis: Denis Riantiza Meilanova
Karyawati memberikan penjelasan kepada nasabah di kantor BFI Finance di Jakarta./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- Trinugraha Capital & Co SCA (TC) akan melakukan tender sukarela (tender offer) saham PT BFI Finance Tbk. (BFIN) senilai Rp10,96 triliun.

Dalam prospektus di harian Bisnis Indonesia, Kamis (20/1/2022), TC menyatakan akan melakukan penawaran tender sukarela sebanyak 9.131.865.960 (dibulatkan 9,13 miliar) saham yang mewakili 57,19 persen dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam BFIN.

Harga penawaran tender sukarela adalah Rp1.200 per saham. Dengan harga penawaran tersebut, maka nilai tender sukarela seluruhnya bisa mencapai kisaran Rp10,96 triliun.

Setelah tender sukarela, dengan asumsi seluruh pemegang saham melakukan tender atas sahamnya, TC akan memegang 100 persen saham BFIN. Namun, TC berkomitmen BFIN dapat memenuhi ketentuan free float, yakni minimal 7,5 persen saham dimiliki publik.

Sebelum tender atau saat ini, susunan pemegang saham BFIN ialah TC 42,81 persen, DB Spore DCS A/C NTAsian Discovery Fund 5,23 persen, masyarakat 45,68 persen, dan saham treasuri 6,28 persen.

TC berkomitmen untuk mendukung perkembangan BFIN di masa mendatang. Setelah penawaran tender sukarela, TC dan BFIN memiliki tiga rencana besar. Pertama, mengarahkan bisnis BFIN kembali ke level pra pandemi Covid-19 dengan tetap menekankan kehati-hatian terutama kualitas aset di tengah kondisi yang menantang. Kedua, memanfaatkan keahlian dan pengetahuan lokal BFIN untuk membangun pertumbuhan berkelanjutan dalam bisnis pembiayaan konsumen intinya. Ketiga, berinvestasi dalam transformasi bisnis dan menerapkan teknologi digital dalam mengoptimalkan operasi.

Dari sisi kinerja, BFIN mencatatkan kinerja positif sampai dengan kuartal III/2021. Per September 2021, pembiayaan baru BFIN tercatat mencapai Rp9,38 triliun atau tumbuh 72,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,43 triliun. Direktur Keuangan BFIN Sudjono, pertumbuhan pembiayaan baru ini sudah mulai pulih mencapai sekitar 90-95 persen kapasitas pembiayaan perseroan sebelum pandemi.

Untuk piutang yang dikelola perseroan hingga kuartal III/2021 masih mengalami penurunan sebesar 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp13,74 triliun. Total aset perseroan tercatat mencapai Rp14,64 triliun atau turun 12,5 persen dibandingkan kuartal III/2020.

Kinerja positif pembiayaan baru perseroan ditambah dengan efisiensi yang dilakukan membuat perseroan mampu membukukan laba bersih hingga kuartal III/2021 senilai Rp796 miliar atau tumbuh 52,9 persen yoy. Pencapaian ini diiringi dengan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) yang membaik 70 bps menjadi 1,97 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Azizah Nur Alfi
Terkini